Iran juga siap melancarkan serangan militer yang “tepat waktu dan akurat” untuk mematahkan blokade laut Amerika Serikat (AS) jika upaya diplomasi gagal. Sementara itu, Utusan Khusus Presiden AS, Jared Kushner, yang sedang melakukan kunjungan ke Timur Tengah, pada hari yang sama mengatakan bahwa perundingan antara AS dan Iran barangkali berlangsung lebih intensif daripada sebelumnya, namun kedua pihak masih belum mencapai kesepahaman bersama.

Namun, pada hari itu juga, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah pernyataan Presiden AS, Donald Trump sebelumnya mengenai adanya saluran perundingan rahasia antara Washington dan pasukan tersebut. Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi menegaskan bahwa tidak ada dialog yang sedang berlangsung antara para pejabat IRGC dan Washington.

Pada hari yang sama, Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa Iran seharusnya menyerah. Ia terus menegaskan bahwa tujuan utama AS adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Selain itu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa jika Oman melakukan tindakan yang menghambat kesepakatan potensial antara AS dan Iran mengenai pengendalian Selat Hormuz, AS akan mengebom negara tersebut.