IRGC juga menyatakan bahwa koordinat pastinya akan diumumkan kemudian.

Menurut pernyataan IRGC, zona larangan baru tersebut dimulai dari arah Chabahar, mencakup sebagian Teluk Oman dan sebagian Laut Arab, di sepanjang jalur menuju Selat Hormuz. Sebelumnya, pada 7 September, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, telah mengumumkan pembentukan zona larangan di sebagian Teluk Persia, yang mencakup Selat Hormuz.

Situasi di Selat Hormuz terus mengalami perkembangan yang kompleks. Pada Rabu (9 september), Iran menyatakan telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz, setelah Amerika Serikat menyerang lima kapal tanker minyak Iran. Serangkaian serangan terhadap kapal-kapal di jalur pelayaran penting tersebut menyebabkan harga minyak dunia melonjak, dengan harga minyak mentah Brent internasional melampaui angka 100 dolar AS per barel, untuk pertama kalinya sejak Juli 2026.