Jerman berupaya menyelamatkan permufakatan nuklir dengan Iran

(VOVWORLD) - Jens Plotner, Kepala Biro Umum Politik 2 (urusan kawasan Timur Tengah) dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jerman sedang melakukan kunjungan di Iran untuk mencari cara mengurangi ketegangan di kawasan ini. 
Jerman berupaya menyelamatkan permufakatan nuklir dengan Iran - ảnh 1Para teknisi bekerja di satu pabrik pengayaan uranium (Foto: VNA) 

Di Teheran, dia melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Aragchi – salah seorang peserta proses perundingan permufakatan nuklir Iran – atau disebut Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) yang ditandatangani oleh Iran, Amerika Serikat (AS), Inggris, Perancis, Tiongkok dan Rusia pada tahun 2015. Kemlu Jerman menilai bahwa situasi politik di kawasan Teluk Persia sekarang sangat serius, dengan peningkatan ketegangan antara AS dan para sekutu Arab dan Iran sejak Presiden AS, Donald Trump menyatakan menarik Washington dari JCPOA pada tahun lalu. Sejak itu, AS telah menerapkan kembali beberapa sanksi, sehingga Inggris, Perancis dan Jerman membentuk mekanisme INSTEX untuk meneruskan aktivitas-aktivitas perdagangan dengan Iran tanpa memperdulikan sanksi-sanksi AS.

Negara-negara Eropa sedang menghadapi tekanan menyelamatkan permufakatan ketika Iran mengajukan batas waktu 7/7/2019 untuk merundingkan butir-butir baru bagi JCPOA. Pada awal bulan ini, Iran menyatakan menghentikan penaatan beberapa komitmen dalam JCPOA, bersamaan itu menekankan akan memperkuat produksi uranium yang dikayakan pada taraf rendah. Kalau situasi ini berlanjut, Iran akan bisa melampaui batas yang diajukan dalam permufakatan tersebut.

Komentar

Yang lain