Dalam konferensi tersebut, makalah yang disampaikan oleh berbagai kementerian, instansi, dan pemerintah daerah menganalisis secara mendalam data praktis sekaligus mengusulkan berbagai solusi terobosan di setiap bidang guna berkontribusi pada tugas urusan luar negeri pada era pembangunan baru.
Dalam makalahnya, Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam, Nguyen Sinh Nhat Tan menyatakan bahwa diplomasi ekonomi dan integrasi ekonomi internasional selama ini mencapai banyak hasil penting. Kementerian Industri dan Perdagangan menetapkan sejumlah prioritas pada masa mendatang, antara lain memperbarui diplomasi ekonomi yang dikaitkan dengan peningkatan produktivitas dan kapasitas teknologi; menempatkan dunia usaha sebagai pusat dan melaksanakan program "Go Global" periode 2026–2030; memperbarui promosi dagang; mengembangkan ekosistem hubungan luar negeri untuk menarik teknologi, sumber daya manusia, dan modal strategis; serta memperkuat koordinasi antara bidang hubungan luar negeri, ekonomi, sains dan teknologi, pertahanan, keamanan, sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan risiko nasional.
Sementara itu, dalam makalahnya mengenai integrasi internasional di bidang keuangan dan penarikan investasi asing, Menteri Keuangan Ngo Van Tuan mengatakan bahwa fondasi keuangan nasional terus diperkuat. Prosentase utang publik pada akhir tahun 2026 diproyeksikan sebesar 35-36% dari PDB, jauh lebih rendah daripada batas maksimum yang dibolehkan. Vietnam juga dinaikkan statusnya oleh FTSE Russell menjadi pasar berkembang sekunder dan mendekati status layak investasi menurut penilaian dari berbagai lembaga pemeringkat kredit internasional. Menurut Menteri Ngo Van Tuan, integrasi internasional pada tahap baru harus berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan perekonomian sekaligus menjamin independensi dan kemandirian strategis.
Hội nghị Ngoại giao lần thứ 33 tiếp tục làm việc đến ngày 07/08.
Konferensi Diplomatik ke-33 akan berlangsung hingga 7 Agustus.
