Untuk menyelesaikan berbagai target ini, Kepala Departemen Propaganda Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) Trinh Van Quyet meminta adanya perubahan kuat dalam pola pikir dari yang sebelumnya “mengelola kebudayaan" menjadi "pembangunan melalui kebudayaan". Ini disampaikan dalam rapat kerja Kepala Departemen Propaganda KS PKV dengan instansi-instansi terkait mengenai pemanfaatan peran kebudayaan untuk berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi sesuai semangat Resolusi Kongres Partai XIV, yang diselenggarakan pada Kamis sore (17 September) di Kota Hanoi.

Kepala Departemen Propaganda KS PKV Trinh Van Quyet meminta agar bidang kebudayaan benar-benar sejajar dengan bidang sosial-ekonomi serta menganggap kebudayaan sebagai pendorong pertumbuhan dan sumber daya kekuatan internal. Oleh karena itu, harus ada kebijakan investasi kebudayaan yang melancarkan sumber daya, sekaligus menciptakan mekanisme bagi para investor untuk berpartisipasi dalam menginvestasikan dan mengembangkan kebudayaan.

“Saya meminta agar pembangunan sistem pengukuran nasional mengenai kontribusi kebudayaan merupakan tugas yang teramat penting. Adanya sistem pengukuran ini baru akan membantu memantau, meningkatkan kepentingan setiap bidang, serta menginvestasikan anggaran secara terfokus bukan investasi yang tersebar. Dari situ, meningkatkan kesadaran pemerintah daerah dan masyarakat dapat ditingkatkan.”

Kepala Departemen Propaganda KS PKV juga memberitahukan bahwa saat ini bidang kebudayaan menyumbang sekitar 4,8 persen hingga 5,2 persen Produk Domestik Bruto (PDB), sementara target hingga tahun 2030 adalah 7 persen PDB dan berusaha mencapai 9% PDB pada tahun 2045. Untuk mencapai target ini, perlu dibangun jadwal yang konkret, mengatasi hambatan kelembagaan, mendorong transformasi digital, membuka sumber daya sosial, dan mengalihkan fokus dari sekadar penerbitan kebijakan ke pengorganisasian pelaksanaan yang efektif dalam praktiknya.