Menurut tentara Nepal, hingga 29 Agustus, tim penyelamat telah mengevakuasi 418 warga Nepal dari wilayah terdampak. Sementara itu, sebanyak 50 warga negara asing juga telah diselamatkan, terdiri atas 42 warga negara Tiongkok dan 8 warga negara India. Sebanyak 274 penerbangan helikopter telah dilakukan untuk mengangkut bantuan serta melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Shisir Khanal mengatakan bahwa setelah tiga hari bencana terjadi, jumlah orang yang berhasil diselamatkan telah mencapai lebih dari 4.450 orang, termasuk hampir 200 warga negara asing. Sebanyak 626 jenazah telah ditemukan, sementara sekitar 2.400 orang masih belum diketahui keberadaannya.

Tim penyelamat kini memusatkan upaya pencarian terhadap orang-orang yang diduga terjebak di dalam terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air. Nepal telah meminta dukungan teknis dari luar negeri untuk membuka terowongan, mencari korban yang masih hidup, serta melakukan analisis forensik dan DNA untuk mengidentifikasi para korban. Pemerintah Nepal memperkirakan biaya rekonstruksi pascabencana dapat mencapai 4–5 miliar dolar AS.

Terkait bantuan internasional untuk Nepal, hingga saat ini India telah mengirimkan 60 ton bantuan kemanusiaan dan mengerahkan tim survei teknis, sementara Tiongkok memberikan dukungan tenaga ahli untuk membantu operasi penyelamatan.