Opini umum internasional: Tiongkok mengakibatkan ketegangan di Laut Timur demi tujuan politik

(VOVworld) – Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Ketua Sub-Komisi Penggelaran pasukan dan kekuatan laut dari Komisi Militer Parlemen Amerika Serikat, Randy Forbes pada Rabu (28 Mei), kelanjutan pernyataan-pernyataan dari banyak anggota Parlemen dan Senator Amerika Serikat. Pernyataan tersebut mengutuk tindakan-tindakan provokatif Tiongkok di Laut Timur, terutama setelah satu kapal ikan Vietnam diseruduk tenggelam oleh kapal ikan Tiongkok di dekat kawasan tempat ada anjungan pengeboran minyak Haiyang Shiyou 981 secara tidak sah oleh Tiongkok di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam.

Sementara itu, pada lokakarya tentang Hukum Laut Internasional yang diadakan Kementerian Luar Negeri Italia, anggota Majelis Tinggi Italia dan Institusi pengkajian internasional Italia (CESI), pada Rabu (28 Mei), anggota Majelis Tinggi Pierferdinando Casini, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Majelis Tinggi Italia, menyatakan bahwa Roma merasa sangat cemas tentang tindakan Tiongkok di Laut Timur. Ketika berbicara di depan lokakarya ini, anggota Majelis Tinggi Casini beranggapan bahwa masalah Laut Timur perlu ditangani melalui langkah-langkah dan dialog damai, di atas dasar menghormati Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) –tahun 1982.

Opini umum internasional: Tiongkok mengakibatkan ketegangan di Laut Timur demi tujuan politik - ảnh 1
Kapal Tiongkok menembakkan kanon air terhadap kapal patroli laut Vietnam
(Foto: Kantor Berita Vietnam)

Ketika berbahas tentang informasi-informasi yang bersangkutan dengan situasi di Laut Timur dalam pertemuan pada Rabu (28 Mei), di Moskwa, para anggota Pengurus Besar Asosiasi Persahabatan Rusia-Vietnam menegaskan bahwa semua masalah sengketa wilayah, terutama sengketa kedaulatan di laut harus ditangani melalui dialog damai. Para peserta pertemuan ini menekankan bahwa Presiden Rusia dalam pidato- pidatonya sudah berkali-kali menegaskan bahwa hubungan Rusia dan Vietnam sudah, sedang dan akan merupakan hubungan kemitraan strategis. Rusia mendukung pandangan menangani sengketa melalui langkah damai./.
Berita Terkait

Komentar

Yang lain