Perjanjian Jenewa tetap utuh nilainya pada masa kini

(VOVworld) – Pada Jumat pagi (18 Juli), di kota Hanoi telah diadakan dengan khidmat acara peringatan ultah ke-60 Hari Penanda-tanganan Perjanjian Jenewa tentang penghentian perang di Vietnam (20 Juli 1954 – 20 Juli 2014).

Ketika membacakan pidato pada acara peringatan ini, Presiden Truong Tan Sang menegaskan bahwa penanda-tanganan Perjanjian Jenewa tentang penghentian perang di Vietnam merupakan satu tonggak sejarah yang penting dalam perjuangan yang jangka panjang dan susah payah yang dijalankan rakyat Vietnam untuk merebut kemerdekaan dan kebebasan Tanah Air pada abad ke-20. Presiden Truong Tan Sang mencatat dan menilai tinggi jasa para komandan dan prajurit yang telah mengabdi perjuangan diplomatik pada 60 tahun lalu, khususnya para anggota delegasi Pemerintah Republik Demokrasi Vietnam, orang-orang yang telah langsung berpartisipasi pada perjuangan adu otak yang sulit dan rumit, turut menciptakan keberhasilan konferensi ini.

Perjanjian Jenewa tetap utuh nilainya pada masa kini - ảnh 1
Acara peringatan ini
(Foto: vov.vn)

Presiden Truong Tan Sang mengatakan: “Penanda-tanganan Perjanjian ini merupakan kemenangan yang besar dan amat signifikan yang dicapai Negara Republik Demokrasi Vietnam. Pemerintah Perancis dan setiap negara peserta konferensi ini untuk pertama kalinya berkomitmen menghormati kedaulatan, kemerdekaan, kesatuan dan keutuhan wilayah, mutlak tidak boleh melakukan intervensi terhadap urusan internal Vietnam. Perjanjian Jenewa merupakan kemajuan penting yang menegaskan aspirasi Vietnam akan satu perdamaian, kesatuan dan keutuhan wilayah. Suksesnya Konferensi Jenewa merupakan kemenangan dari semangat patriotisme yang mendalam, merupakan kemenangan dari garis politik revolusioner dan perjuangan yang tepat dari Presiden Ho Chi Minh. Ini untuk pertama kalinya instansi diplomatik revolusioner Vietnam naik ke arena internasional. Kemenangan Jenewa juga merupakan kemenangan dari hubungan solidaritas internasional”.

Presiden Truong Tan Sang menegaskan bahwa selama 60 tahun ini, Perjanjian Jenewa tetap meninggalkan banyak pelajaran dan pengalaman yang berhargai untuk seluruh Partai, seluruh rakyat dan seluruh tentara dalam usaha pembangunan dan pembelaan Tanah Air.

Setelah hampir 30 tahun melaksanakan usaha pembaruan, Vietnam telah mencapai banyak prestasi besar dan mempunyai arti sejarah. Akan tetapi, Tanah Air juga sedang menghadapi banyak kesulitan, tantangan, khususnya pelanggaran dan sengketa kedaulatan di Laut Timur. Situasi itu menuntut kepada seluruh Partai dan rakyat supaya bersatu padu, menerapkan secara kreatif pelajaran-pelajaran sejarah, diantaranya ada pengalaman dari Konferensi Jenewa tahun 1954. Beliau mengatakan: “Tentang masalah hubungan luar negeri, terus memperkuat kepemimpinan yang komprehensif  dan satu dari Partai, koordinasi erat dan harmonis antara aktivitas-aktivitas hubungan luar negeri Partai dengan aktivitas diplomasi Negara, diplomasi rakyat, menciptakan satu maujud kesatuan untuk melaksanakan secara sukses semua tugas. Terus mempertahankan secara mantap garis hubungan luar negeri yang independen, mandiri, damai, bekerjasama untuk berkembang; berjuang tanpa kompromi terhadap kekuatan-kekuatan yang berintrik melanggar kemerdekaan, kedaulatan, kesatuan dan keutuhan wialyah; bersamaan itu mengikuti secara tekun haluan menangani semua sengketa dengan langkah damai; melakasanakan secara konsekuen pedoman: Vietnam menjadi sahabat, mitra yang terpercaya, menjadi anggota yang bertanggung jawab terhadap komunitas internasional”.

Presiden Truong Tan Sang menegaskan bahwa dari zaman dulu, Vietnam merupakan bangsa pecinta damai tapi perdamaian harus berkaitan dengan kemerdekaan, kedaulatan, kesatuan dan keutuhan wilayah. Beliau mengatakan: “Peringatan ultah ke-60 hari penanda-tanganan Perjanjian Jenewa, Vietnam dengan gigih menjaga pendirian dan fikiran diplomatik dari Presiden Ho Chi Minh yang dimanifestasikan dalam tilgram kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Pemerintah berbagai negara setelah tanggal 2 September 1945 yaitu: rakyat kami benar-benar menginginkan perdamaian, tapi rakyat kami juga dengan gigih berjuang sampai selesai untuk membela hak-hak yang paling suci yalah keutuhan wilayah dan kemerdekaan Tanah Air”.

Pada acara peringatan ini, atas nama pimpinan Partai dan Negara, Presiden Truong Tan Sang memberikan gelar Pahlawan Angkatan Bersenjata Rakyat kepada delegasi Pemerintah Republik Demokrasi Vietnam peserta Konferensi Jenewa 1954 karena sudah mencapai prestasi istimewa dalam perang perlawanan menentang kolonialis Perancis./.

Komentar

Yang lain