RDR Korea dan AS membahas masalah non-proliferasi senjata nuklir dan bantuan kemanusiaan

(VOVworld) – Kamis 23 Februari, para pejabat tinggi Republik Demokrasi Rakyat Korea (RDR Korea) dan Amerika Serikat telah melakukan pembicaraan di Beijing, ibukota Tiongkok. Ini adalah pembicaraan yang pertama antara dua negara ini sejak wafatnya pemimpin RDR Korea Kim Jong Il pada bulan Desember 2011. Dua pihak berencana membahas masalah-masalah perlucutan nuklir, non-proliferasi senjata nuklir dan bantuan kemanusiaan. Selain itu, Washington juga menetapkan rencana mengusahakan solusi memulihkan kembali perundingan enam pihak (yang terdiri dari Tiongkok, Jepang, Republik Korea, RDR Korea, Rusia dan Amerika Serikat) tentang program nuklir Pyong Yang.

RDR Korea dan AS membahas masalah non-proliferasi senjata nuklir dan bantuan kemanusiaan - ảnh 1
Utusan Amerika Serikat Glyn Davies menjawab interviu
(Foto: viet.rfi.fr)

Ketika berbicara kepada kalangan pers segera setelah tiba di Beijing, Utusan Khusus Amerika Glyn Davies menyatakan harapan supaya semua fihak bisa menemukan solusi untuk mendorong proses perundingan enam pihak. Akan tetapi dia juga menekankan bahwa pemulihan kembali perundingan-perundingan enam pihak yang pernah tertunda selama ini bergantung pada Pyong Yang. Ini adalah pertemuan ke-3 antara para pejabat Amerika Serikat dan RDR Korea sejak bulan Juli tahun lalu.

Sementara itu, Kantor Berita Yonhap memberitahukan bahwa Republik Korea telah mengesahkan pos bantuan kemanusiaan yang diberikan organisasi-organisasi sipil kepada RDR Korea. Setelah tercapainya keputusan pengesahan tersebut, dua organisasi bantuan Republik Korea yaitu Nanum International dan Dana Eugene Bell berencana menyampaikan peralatan-peralatan medis kepada RDR Korea, diantaranya ada mesin X-ray dan bahan-bahan pemeriksaan respon untuk memeriksa penyakit TBC./.
Berita Terkait

Komentar

Yang lain