Menteri Angkatan Udara AS Troy Meink, pada 14 September, mengatakan bahwa Angkatan Antariksa AS telah mengerahkan “senjata pengendali ruang angkasa di orbit” untuk melindungi pasukan AS dari ancaman eksternal.
Menanggapi informasi tersebut, pada 15 September, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa Rusia berpandangan luar angkasa “harus menjadi tempat yang bebas dari segala jenis senjata”. Ia juga menghimbau kepada komunitas internasional untuk terus berupaya menuju demiliterisasi seluruh luar angkasa. Tiongkok juga memperingatkan risiko meningkatnya perlombaan senjata di luar angkasa.
Perjanjian Luar Angkasa tahun 1967, di mana AS, Rusia, dan Tiongkok menjadia anggotanya, melarang penempatan senjata nuklir dan jenis senjata pemusnah massal lainnya di luar angkasa, tetapi tidak melarang seluruh kegiatan militer di luar angkasa.
