Dalam pembicaraan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta kedua negara untuk memperluas kajian sains, di antaranya termasuk sains antariksa, alih teknologi. Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta Prancis mendukung Vietnam dalam mengembangkan teknologi kuantum secara bertahap. Sementara itu Presiden Emmanuel Macron berharap kedua negara segera mempunyai proyek-proyek besar dan baru di sektor strategis sains-teknologi.
Ketika menekankan bahwa kedua negara terus melaksanakan berbagai kesepakatan dalam rangka Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-Uni Eropa (EVFTA) secara efektif, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta Prancis segera menyelesaikan ratifikasi Perjanjian Proteksi Investasi Vietnam-Uni Eropa (EVIPA) sekaligus mendorong Komisi Eropa (EC) untuk segera menghapuskan kartu kuning IUU dan mendukung Vietnam dalam mengembangkan perikanan secara berkelanjutan. Beliau juga meminta Prancis agar mempermudah proses pemberian visa bagi warga negara Vietnam untuk memperkuat pariwisata dan silaturahmi rakyat.
Mengenai arah kerja sama pada waktu mendatang, Sekjen sekaligus Presiden To Lam dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron sepakat melaksanakan berbagai mekanisme kerja sama yang sedang ada secara efektif. Pada saat yang sama, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengkaji peningkatan kerja sama kejuruan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dalam periode baru.
Saat berdiskusi tentang masalah-masalah regional dan internasional, Presiden Emmanuel Macron dan Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan kembali makna penting usaha menjaga perdamaian, stabilitas, keamanan, keselamatan dan kebebasan maritim dan penerbangan. Kedua pemimpin menyeruhkan penanganan semua sengketa dengan langkah damai di atas dasar menghormati hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982.
Sehubungan dengan kesempatan ini, Sekjen sekaligus Presiden To Lam dan Presiden Emmanuel Macron bersama-sama menyaksikan Upacara penandatanganan dan serah-terima beberapa naskah kerja sama penting antara berbagai kementerian dan instansi kedua negara di banyak bidang.
