Pertemuan tersebut berlangsung dalam kerangka kunjungan Kenegaraan Sekjen sekaligus Presiden To Lam ke Selandia Baru.
Dalam konferensi pers, PM Selandia Baru, Christopher Luxon menegaskan bahwa Vietnam merupakan perekonomian dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN, sekaligus bintang baru di Asia. Oleh karena itu peluang kerja sama antara Selandia Baru dan Vietnam sangat besar. Atas dasar tersebut, kedua negara telah mencapai empat kesepakatan untuk memperdalam lebih lanjut kerja sama bilateral di bidang-bidang yang menjadi minat bersama.
Saat memberikan keterangan lebih lanjut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyampaikan bahwa kedua belah pihak telah mencapai beberapa keberhasilan praktis dan konkret. Kedua belah pihak sepakat memperkuat kontak di berbagai tingkatan dan mendorong tindakan nyata guna memastikan seluruh komitmen tingkat tinggi diwujudkan secara nyata. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk menciptakan perubahan yang kuat dalam kerja sama perdagangan-investasi agar sepadan dengan potensi kedua negara serta memfasilitasi pencapaian target nilai perdagangan bilateral sebesar 3 miliar dolar Amerika Serikat. Sekjen sekaligus Presiden To Lam mengatakan:
“Vietnam mengapresiasi dukungan praktis dan efektif dari Selandia Baru dalam menyokong pertanian yang beradaptasi dengan perubahan iklim di Daerah Dataran Rendah Sungai Mekong. Kedua belah pihak perlu memperluas kerja sama pendidikan dan pelatihan, pariwisata serta silaturahmi rakyat dengan target membangun sumber daya manusia yang berkualitas tinggi pada era pembangunan baru. Di samping itu, Kita perlu menghubungkan masyarakat kedua negara melalui pariwisata dan mendorong berbagai maskapai penerbangan untuk segera membuka rute penerbangan langsung antara kedua negara”.
Sehubungan dengan kesempatan ini, Sekjen sekaligus Presiden To Lam dan PM Selandia Baru, Christopher Luxon menyaksikan upacara serah-terima dokumen kerja sama antara berbagai kementerian dan instansi kedua negara.
