Dalam pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta lembaga legislatif kedua negara untuk terus memperkuat peran sebagai jembatan, mempertahankan pertukaran di berbagai tingkat, meningkatkan interaksi antara berbagai komisi, kelompok anggota parlemen persahabatan, anggota parlemen perempuan, anggota parlemen muda dan anggota parlemen daerah; sehingga memperkuat kepercayaan politik, berbagi pengalaman legislatif dan tata kelola, serta berkontribusi dalam menerjemahkan kesepakatan tingkat tinggi ke dalam praktik.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat Australia untuk mendampingi Vietnam dalam penyempurnaan kelembagaan, reformasi administrasi, pembangunan pemerintahan digital serta penciptaan lingkungan hukum yang kondusif bagi pelaku usaha, investasi dan berbagai penggerak pertumbuhan baru. Kedua pihak juga perlu memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pelatihan kejuruan, pengakuan kualifikasi pendidikan, serta berbagi pengalaman dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital dalam kegiatan parlemen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas legislasi, pengawasan dan efektivitas tata kelola. Kedua pihak sepakat bahwa pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu bidang kerja sama utama dan perlu lebih meningkatkan kerja sama antaraperguruan tinggi.
Kedua pihak sepakat untuk terus berkoordinasi dan saling mendukung di berbagai forum parlemen multilateral, seperti Uni Antar-Parlemen (IPU), Forum Parlemen Asia-Pasifik (APPF), Majelis Antarparlemen ASEAN (AIPA); bersama-sama mendorong multilateralisme, menghormati hukum internasional dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 serta berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, kerja sama dan pembangunan di kawasan maupun dunia.
Dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Australia, pada Selasa sore (11 Agustus, waktu setempat), Sekjen sekaligus Presiden To Lam menerima Angus Taylor, Pemimpin Koalisi Oposisi dan Ketua Partai Liberal Australia.
