Dalam pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyambut baik Qualcomm yang telah menempatkan Vietnam di posisi tinggi dalam strategi pembangunannya di Asia. Hal ini sesuai dengan arah memperkuat kerja sama sains-teknologi dan inovasi kreatif antara Vietnam dengan AS dalam rangka hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta Qualcomm terus memperluas investasi jangka panjang di Vietnam di bidang unggulan yang dimilikinya, memperkuat transfer teknologi, memperluas kerja sama dengan berbagai pelaku usaha, universitas dan institut di dalam negeri, membantu badan usaha Vietnam meningkatkan kemampuan teknologi, berpartisipasi secara lebih mendalam pada rantai nilai dan rantai pasokan teknologi global.
Di sisi lain, Cristiano Amon menegaskan Qualcomm menganggap Vietnam sebagai pasar dan pusat teknologi yang semakin penting di Asia dan sedang menuju menjadikan Vietnam sebagai pusat kajian dan pengembangan kecerdasan buatan yang besarnya nomor tiga secara global.
