Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta komunitas dunia usaha dan lembaga-lembaga dari kedua negara untuk fokus beralih dari perdagangan barang ke investasi dan produksi bersama. Vietnam mendorong berbagai korporasi Prancis untuk membangun fasilitas produksi, pusat penelitian dan pengembangan, pusat teknik, serta jaringan rantai pasok di Vietnam; sekaligus memacu para pelaku usaha Vietnam melakukan investasi di Prancis.
Pada hari yang sama, Sekjen sekaligus Presiden To Lam melakukan sejumlah pertemuan bilateral penting dengan Presiden Komisi Eropa (EC) serta para pemimpin sejumlah negara, di antaranya Finlandia, Bulgaria, Republik Kongo, dan Serbia.
Selama kunjungannya ke Prancis, pada Jumat pagi (11 September, waktu setempat), Sekjen sekaligus Presiden To Lam mengunjungi Komisi Energi Atom dan Energi Terbarukan Prancis (CEA) dan pusat penelitian teknologi Grup Thales di Paris-Saclay.
