Konferensi ini diselenggarakan atas usulan Presiden Prancis, Emmanuel Macron dari 9 hingga 10 September 2026 di Kota Paris.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyampaikan lima prinsip tata kelola multilateral terhadap luar angkasa. Beliau menyerukan agar ekploitasi luar angkasa tidak diwarnai ancaman atau penggunaan kekerasan, serta senantiasa menempatkan manusia dan Bumi sebagai pusat. Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyatakan kesiapan Vietnam untuk menjadi jembatan penghubung bagi Asia Tenggara dalam kerja sama internasional di bidang antariksa:

“Prinsip pertama adalah menjaga luar angkasa demi tujuan damai, melalui dialog, membangun kepercayaan, mencegah konflik dan perlombaan senjata, serta tidak mengancam atau menggunakan kekerasan. Kedua, menempatkan manusia dan pembangunan di Bumi sebagai pusat; memprioritaskan peringatan dini bencana alam, pemantauan iklim, pengelolaan sumber daya, dan Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan. Ketiga, menjunjung tinggi hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keempat, menjamin kesetaraan antarnegara dalam berpartisipasi dan menikmati hasil penelitian serta teknologi. Kelima, menggunakan luar angkasa secara bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan; mengurangi sampah dan risiko tabrakan.”

Dalam konferensi tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam mengusulkan sebuah inisiatif pembentukan jaringan “Antariiksa demi Pembangunan dan Ketahanan” yang melibatkan Vietnam bersama Prancis, Perserikatan Bangsa-Bangsa, ASEAN, dan berbagai mitra penelitian. Jaringan ini fokus berbagi dan memanfaatkan data luar angkasa demi pembangunan, meningkatkan kapasitas dalam menjamin luar angkasa yang aman dan berkelanjutan, serta menghubungkan kegiatan penelitian, pendidikan dan pelatihan, dunia usaha, serta investasi guna mengembangkan ekonomi antariksa.