Pertemuan tersebut dipimpin oleh Irlandia, yang saat ini menjabat sebagai Presiden bergilir Dewan Uni Eropa.

Para pengamat menilai bahwa rapat tersebut akan menjadi ujian penting bagi kemampuan koordinasi Uni Eropa dalam menangani krisis migrasi. Selain itu, pertemuan tersebut juga diperkirakan menyusun langkah-langkah bersama terkait perlindungan perbatasan, pemulangan migran yang tidak memenuhi persyaratan untuk tinggal, serta peningkatan kerja sama dengan negara-negara mitra di Afrika Utara.

Terkait situasi di Ceuta, dalam doa Minggu di Vatikan, Paus Leo XIV menyerukan kepada semua pihak untuk menyelesaikan krisis migran melalui langkah-langkah yang damai, manusiawi, dan adil, serta menjamin keselamatan, martabat, dan hak-hak sah para migran.

Data statistik sementara menunjukkan bahwa krisis migran di Ceuta telah menyebabkan 90 orang meninggal dunia. Hingga saat ini, pasukan fungsional Spanyol dan Maroko masih melanjutkan kegiatan-kegiatan pencarian dan penyelamatan.