Uni Eropa Gagal dalam Mencapai Kesepakatan Baru tentang Imigrasi

(VOVWORLD) - Menteri Dalam Negeri negara-negara anggota Uni Eropa telah tidak menyepakati satu kesepakatan bersama untuk menangani masalah imigrasi yang luar biasa di sidang pada Kamis (28 September), di Brussels, Belgia. Sebab-musabab utama dianggap karena semua keraguan dari Pemerintah Jerman dan Italia.

Di sidang pada Kamis (28 September), di Brussels, Spanyol – negara yang sedang memikul jabatan sebagai Ketua bergilir Dewan Eropa telah menyampaikan satu naskah rekomendasi update dari “mekanisme krisis” tapi belum menerima konsensus apa pun dari semua negara anggota Uni Eropa. Sumber-sumber informasi diplomatik dari Brussels memberitahukan bahwa Pemerintah Jerman pada pokoknya telah setuju dengan rekomendasi baru, tapi belum mengeluarkan keputusan terakhir. Sementara itu, dalam pidatonya sehubungan dengan kunjungan di Jerman pada tgl 28 September, Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia memberitahukan Pemerintah Italia memerlukan waktu untuk menilai naskah rekomendasi baru.

Selama beberapa hari ini, baik Pemerintah Jerman maupun Pemerintah Italia juga memperketat aturan imigrasi. Gerak-gerik tersebut membuat banyak orang mencemaskan bahwa Uni Eropa sangat sulit mencapai kesepakatan bersama tentang imigrasi sebelum pemilihan Parlemen Eropa pada bulan Juni tahun depan.     

Di samping mengusahakan kesepakatan baru tentang imigrasi, semua negara Uni Eropa juga mendiskusikan kemungkinan menandatangani Traktat tentang imigrasi dengan Mesir seperti traktat yang ditandatangani oleh Uni Eropa dengan Tunisia sejak beberapa bulan lalu untuk mencegah segera arus migran ilegal ke Eropa segera di  tempat-tempat awal di Afrika.

Komentar

Yang lain