Di samping itu, langkah ini turut membangun administrasi yang modern, transparan dan profesional sehingga menjadi fondasi bagi kelancaran sistem pemerintahan baru.

Pada pagi hari, di pusat pelayanan publik Kecamatan Lang, Kota Hanoi, masyarakat yang datang untuk mengurus prosedur administrasi mendapat panduan cermat dan mendalam dari para petugas di setiap langkahnya – mulai dari mengambil nomor atrean, mengisi formulir secara daring, hingga melakukan pembayaran nontunai.

Berkat panduan dari para petugas, pegawai negeri, serta tim transformasi digital masyarakat, hampir seluruh masyarakat Kecamatan Lang – bahkan para lansia dan warga yang belum terbiasa dengan teknologi – kini mulai terbiasa mengirimkan dokumen secara daring melalui portal layanan publik nasional dan berbagai aplikasi digital.

Hari ini, saya datang ke sini untuk mengurus izin usaha. Saya melihat para petugas di sini sangat ramah dan siap membantu. Warga pun senang karena prosesnya diselesaikan dengan cepat”.

Penerapan teknologi digital dalam tata kelola administrasi membuat kehidupan saya lebih mudah dan transparan. Saya dapat mengakses prosedur-prosedur pengajuan dokumen secara daring, melakukan pembayaran nontunai hingga menyampaikan masukan dan saran melalui berbagai platform digital”.

Sejak diterapkannya sistem pemerintahan dua tingkat, beban kerja di tingkat kecamatan meningkat secara signifikan seiring bertambahnya pelimpahan tugas yang sebelumnya menjadi kewenangan pemerintahan tingkat kabupaten. Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai daerah terus memperkuat penerapan teknologi informasi dan transformasi digital dalam tata kelola dan penyelenggaraan pemerintahan. Sistem pengelolaan naskah elektronik, tanda tangan digital, dokumen elektronik dan berbagai platform terpadu diterapkan secara serentak sehingga membantu para pegawai negeri menyelesaikan pekerjaan secara cepat, transparan, dan lebih akurat. Ha Phu Binh, Wakil Ketua Komite Rakyat Kecamatan Lang, Kota Hanoi menuturkan:

Sejak diterapkannya sistem pemerintahan daerah dua tingkat, kami menetapkan pembaharuan metode kerja, yakni bertransformasi dari pola pikir tata kelola ke pola pikir konstruktif. Komite Rakyat Kecamatan melimpahkan tanggung jawab kepada setiap pejabat sekaligus memperkuat transformasi digital dengan mengalihkan 100 persen dokumen ke sistem digital. Kami juga telah menjalankan 237 layanan publik secara daring, dengan tingkat penyelesaian tepat waktu dan lebih cepat dari batas waktu mencapai 99 persen. Yang tidak kalah penting, kami selalu mendengarkan aspirasi masyarakat serta menyelesaikan berbagai masalah secara sigap”.

Tidak hanya terbatas di masing-masing daerah, transformasi digital telah menjadi motor penggerak utama yang mencakup seluruh proses operasional sistem pemerintahan dua tingkat di seluruh Kota Hanoi. Hanya dalam waktu hampir satu tahun, berbagai kecamatan telah menerima dan menyelesaikan lebih dari 2,26 juta dokumen desentralisasi, serta mengurus lebih dari 619.000 dokumen tanpa terikat batas wilayah administratif. Bui Duong, Direktur Cabang 1, Pusat Layanan Administrasi Publik Hanoi mengatakan bahwa hingga saat ini, penggunaan dokumen fisik atau kertas telah berkurang sekitar 70 persen dibandingkan sebelumnya.

Di Pusat Cabang 1, kami menyediakan kios digitalisasi untuk membuat salinan digital secara otomatis. Melalui metode ini, masyarakat dapat membuat salinan terverifikasi yang sesuai dengan dokumen asli langsung di di lokasi, tanpa harus mengantre untuk legalisasi dan sertifikasi dokumen seperti sebelumnya, lalu kembali ke pusat untuk menyerahkan berkas. Berkat kemudahan ini, makin banyak warga dan pelaku usaha memberikan dukungan serta respons positif”.

Menurut data statistik, berkat restrukturisasi prosedur aadministrasi dan penerapan teknologi digital, Kota Hanoi telah memangkas 32 juta jam kerja serta menghemat sekitar 1,65 triliun VND (setara 63 juta dolar Amerika Serikat) per tahun. Angka tersebut bukan sekadar efisiensi tata kelola melainkan sumber daya nyata yang berhasil dialokasikan kembali untuk kegiatan produksi, bisnis dan investasi pembangunan. Nguyen Van Phong, Wakil Sekretaris Komite Partai Kota Hanoi mengatakan bahwa transformasi digital adalah kunci utama yang membantu Kota Hanoi berkembang secara pesat, berkelanjutan dan modern.

“Kita berharap dapat membangun pemerintahan digital pemerintahan cerdas yang bertujuan melayani masyarakat serta pelaku usaha secara paling efektif, transparan serta bijaksana. Komite Partai di berbagai tingkatan, jajaran pemerintah, dan seluruh sistem politik Kota Hanoi harus bersikap tegas dalam mengarahkan dan mengelolanya. Ini merupakan momentum bagi Kota Hanoi untuk berkembang lebih pesat, berkelanjutan dan selayaknya menjadi pusat sains-teknologi serta transformasi digital terbesar di seluruh negeri”.

Penyederhanaan prosedur administrasi dan digitalisasi layanan publik telah dan terus memberikan kontribusi penting dalam membantu Kota Hanoi memperbaiki iklim usaha, meningkatkan daya saing serta meningkatkan efisiensi penyelenggaraan sistem pemerintahan daerah dua tingkat.