Perjalanan mewujudkan “indeks kebahagiaan” bagi masyarakat telah dimulai oleh Pemerintah Kecamatan Thu Lam dari langkah-langkah sederhana setiap harinya.
Berkunjung ke Kecamatan Thu Lam pada suatu pagi hari bulan Agustus, hal pertama yang terasa adalah suasana ceria yang memancar di setiap sudut dusun. Mulai dari merawat pot bunga dan deretan pohon di tepi jalan, membersihkan kolam desa, hingga menjaga kebersihan setiap jalan gang dan dusun…. semuanya secara diam-diam merajut ruang hidup yang lebih asri, tempat budaya dipupuk, ekosistem dipulihkan dan kualitas hidup perlahan meningkat. Ibu Nguyen Thi Minh Nguyet, anggota Liga Pemuda Dusun Dai Vi, Kecamatan Thu Lam, Kota Hanoi menuturkan:
“Untuk memaksimalkan peran Liga Pemuda dalam membangun Kecamatan Thu Lam yang hijau dan indah, kami berfokus menggalakkan kegiatan Minggu Hijau, pembersihan lingkungan di area monumen peringatan, situs cagar budaya, serta jalan-jalan yang dikelola oleh pemuda”.
Jika dahulu tolok ukur suatu daerah terkungkung pada angka-angka kaku tentang laju pertumbuhan, penerimaan anggaran atau jumlah pembangunan fisik, kini nilai utama model “Kecamatan Sosialis” bertumpuh pada pola pikir: Pemerintah melayani masyarakat, dengan menempatkan kepuasan dan kebahagiaan masyarakat sebagai tolok ukur tertinggi. Sambil memegang dokumen yang baru saja selesai diurus di bagian pelayanan satu pintu, Bui Anh Duc, seorang warga Dusun Lien Ha 1, Kecamatan Thu Lam menyampaikan kegembiraannya:
“Hari ini, saya datang ke Komite Rakyat Kecamatan Thu Lam untuk mengurus prosedur administrasi pertanahan berdasarkan surat kuasa. Saya mendapat panduan yang hangat dari para pengurus dan semua prosedur sudah selesai”.
Antusiasme masyarakat ini merupakan buah manis dari upaya tak kenal lelah dari para pegawai negeri muda di sini. Tran Thi Thoa, seorang staff ahli Pos Layanan Publik Digital Kecamatan Thu Lam, Kota Hanoi mengatakan:
“Kami selalu berupaya mempelajari dan menerapkan teknologi AI yang sedang populer, baik di Vietnam maupun di dunia. Kami pun berusaha melayani masyarakat dengan cermat, bertanggung jawab, dan sesuai prosedur agar masyarakat tidak perlu datang berulang kali”
Dalam menerapkan model “Kecamatan Sosial”, Kecamatan Thu Lam membuat 8 kelompok konten, dengan 54 kriteria utama – (termasuk 52 kriteria utama dan 2 kriteria sintetis yaitu “Indeks kebahagiaan” dan “Tingkat kepuasan bersama”). Di antaranya, daerah ini berfokus pada penguatan transformasi digital, penjaminan jaring pengaman sosial, pelestarian nilai-nilai budaya tradisional, serta pengembangan industri kerajinan tangan.
Menurut Pham Trong La, Ketua Komite Rakyat Kecamatan Thu Lam, untuk melaksanakan pengujian “kecamatan sosial”, setiap tugas harus menuju pembangunan model tata keloka tingkat akar rumput yang modern.
“Kami menentukan isu-isu dalam pembangunan sosial-ekonomi yang mencakup dua fokus utama, yaitu pengembangan industri dan pemanfaatan potensi budaya, karena nama Thu Lam telah mencerminkan sifat budaya. Saat ini, hal yang mendesak adalah menciptakan perubahan, meskipun perubahan itu kecil, yang terpenting dirasakan dan diakui oleh masyarakat”.
Kota Hanoi tengah memasuki periode pembangunan baru yang menuntut pembentukan pemerintahan yang ramping, berhasil-guna, berdaya-guna dan melayani. Pemberlakuan naskah uji coba model “kecamatan sosial” oleh Komite Partai Komunis Kota Hanoi di Kecamatan Thu Lam mencerminkan pola pikir pembangunan yang berorientasi pada kualitas kehidupan dan kepuasan masyarakat. Nguyen Xuan Luu, Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Hanoi menuturkan:
“Pemerintah Kota selalu mengawasi dan mendampingi Kecamatan Thu Lam untuk agar persiapannya sesuai dengan kondisi di lapamgan. Di samping itu, kami juga menyiapkan sumber daya yang diperlukan. Sumber daya berskala besar dan berdaya sebar luas yang dibutuhkan Kecamatan Thu Lam dan Phuc Thinh akan disalurkan dan diinvestasikan oleh Kota Hanoi.
Bermula dari Thu Lam dan Phuc Thinh, Kota Hanoi berharap dapat membangun fondasi praktis untuk secara bertahap mewujudkan target “kecamatan sosial”. Model ini diarahkan untuk berkembang secara beradab dan modern, dengan menempatkan kebahagiaan warga sebagai tolok ukur utama. Di sana, masyarakat dapat menikmati lingkungan hidup yang berkualitas, pemerintah yang ramah, serta komunitas yang makin erat.
