Pada pekan lalu, Saudara Rudy Hartono dan Thedja Haryanto di Kalimantan Barat, Eddy Setiawan di Jakarta, Minlin di Jawa Barat, Fachri di Pekanbaru, serta beberapa pendengar lainnya mengirimkan laporan pemantauan siaran kepada kami. Laporan-laporan tersebut menunjukkan bahwa pada tanggal 24 hingga 31 Agustus dan tanggal 4 hingga 10 September, kualitas gelombang relatif stabil di kedua frekuensi, yaitu 12020 kHz dan 9840 kHz dengan SINPO 44444, 55444 dan 34433.

Selain itu, kami juga menerima laporan pemantauan siaran radio yang dikirimkan oleh para pendengar Annan Mohan, Najimuddin, Bidhan Chandra Sanyal dan Shivendu Paul di India. Kami sangat tenang karena laporan mereka juga menginformasikan bahwa kualitas gelombang tergolong baik di kedua frekuensi tersebut.

Para pendengar yang budiman, pada pekan lalu, kami kembali menerima ucapan selamat sehubungan dengan Ulang Tahun ke-81 Radio Suara Vietnam (VOV) dan Departemen Siaran Luar Negeri (VOV5). Di samping itu, para pendengar juga membagikan kesan dan penilaian mereka mengenai peran VOV di era baru:

“Selama 81 tahun terakhir, VOV selalu menjadi jembatan penting yang menghubungkan persahabatan dan saling memahami antara Vietnam dan masyarakat internasional. Melalui berbagai program siaran yang hangat dan berdedikasi, VOV bukan hanya menyiarkan suara Vietnam yang autentik kepada para pendengar di seluruh dunia, tetapi juga mendorong pertukaran budaya, saling menghormati, dan diplomasi antar umat manusia. Di era yang penuh perubahan pesat dan tantangan global, VOV5 selalu menunjukkan ketangguhan, kemampuan adaptasi yang fleksibel, serta semangat inovatif. Penerapan teknologi baru secara proaktif, perluasan platform digital, dan jangkauan ke para pendengar muda menjadi bukti nyata dari visi masa depan – faktor utama yang akan membawa gelombang siaran ini menjangkau lebih jauh”.

Di tengah dinamika zaman dan pusaran sejarah, VOV tetap teguh berdiri—menyampaikan berita kepada masyarakat, membagikan keindahan budaya Vietnam, melestarikan tradisi, menginspirasi pemikiran, serta menyatukan hati melintasi jarak. Pada kesempatan istimewa ini, saya menyampaikan ucapan selamat dan harapan terbaik kepada para jurnalis, penyiar, produser, teknisi, dan semua pihak yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk misi mulia ini. Semoga Voice of Vietnam terus bersinar terang di tahun-tahun mendatang. Semoga suaranya semakin kuat, jangkauannya semakin luas, dan pesan persahabatan, saling pengertian, perdamaian, serta kemanusiaan yang dibawanya terus bergema di seluruh dunia”.

Kami mengucapkan terima kasih atas semua ucapan, dan penilaian dari para pendengar. Di era teknologi digital ini, kami terus bertransformasi demi menyesuaikan diri dengan kebutuhan pendengar. Secara khusus, mulai September, VOV meluncurkan program Podcast yang disiarkan di platform Spotify. Silakan dengarkan dan berikan masukan agar podcast ini bisa hadir semakin menarik!

Para pendengar yang budiman, pada pekan lalu, dalam surat yang dikirimkan kepada kami, Saudara Hendra di Kalimantan, Indonesia membagikan kisahnya: “Festival Rembulan atau Festival Pertengahan Musim Gugur” merupakan tradisi yang dirayakan oleh masyarakat keturunan Tionghoa di Pontianak pada khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan festival terbesar kedua bagi masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa, setelah Hari Raya Tet. Makanan utamanya adalah kue bulan yang dikenal dengan nama Tiong Ciu Pia. Pada kesempatan ini, masyarakat keturunan Tionghoa juga membeli lampion dan mainan tradisional untuk anak-anak. Apakah di Vietnam ada tradisi seperti itu dan apakah masih ada desa kerajinan pembuatan mainan tradisional?”

Saudara Hendra yang budiman, tinggal beberapa hari lagi Festival Pertengahan Musim Gugur akan tiba. Di Vietnam, kedatangan Festival Pertengahan Musim Gugur membawa aroma harum emping ketan, warna merah kesemek matang, manisnya kue bulan (Banh deo – kue moci dan Banh nuong – kue panggang), indahnya warna warni lampion dan llampion berbentuk bintang, serta suasana meriah dari pertunjukan barongsai. Di tengah gempuran bermacam mainan modern, mainan tradisional seperti lampion bintang, kepala barongsai, topeng kertas, hingga to he (sejenis boneka yang dibuat dari adonan tepung) masih laris dijual. Demi memasarkan mainan tradisional, desa-desa kerajinan telah sibuk bekerja sejak beberapa bulan sebelumnya. Di Vietnam saat ini, masih terdapat beberapa desa kerajinan yang terus melestarikan serta mengembangkan pembuatan mainan tradisional seperti:

Desa Bao Dap (Provinsi Ninh Binh) – terkenal di Vietnam dengan kerajinan pembuatan lampion bintang secara manual. Rangka bambu dihaluskan, dilapisi kertas mika yang berwarna-warni dan dihiasi beragam motif.

Desa Ong Hao (Pak Hao) di (Provinsi Hung Yen) - terkenal dengan kerajinan pembuatan genderang dan topeng kertas boi (jenis bahan yang dibuat dengan merekatkan beberapa lapisan kertas) serta kepala barongsai tradisional.

Desa To he (jenis mainan rakyat tradisional dan kerajinan tangan yang sangat terkenal di kalangan anak-anak Vietnam) Xuan La (Kota Hanoi) dikenal sebagai pusat seni membuat to he dari bubuk beras ketan dengan beragam warna, membentuk tokoh-tokoh cerita rakyat hingga hewan yang realistis. Sementara itu, Desa Phu Huu (Kota Hanoi) terkenal dengan kerajinan pembuatan Tien si giay (Doktor Kertas- satu citra yang sangat familier dalam budaya Vietnam) dan beragam mainan kertas untuk Festival Pertengahan Musim Gugur. Ada pula desa pembuatan patung tanah liat di Provinsi Can Tho – tempat para perajin membuat berbagai jenis mainan berbentuk hewan dari tanah liat yang sangat melekat dengan masa kecil masyarakat Nam Bo Barat.

Saudara Hendra yang budiman, semoga informasi tersebut dapat memuaskan Anda. Sampai di sini, berakhirlah acara “Kotak Surat Anda” pekan ini. Untuk mendengarkan dan membaca kembali program siaran kami, silakan mengakses situs web vovworld.vn atau mengirim email ke Indonesia.vov5@gmail.com. Anda juga dapat mengirimkan surat ke alamat pos kami: Jalan Ba Trieu, Nomor 45, Kecamatan Cua Nam, Kota Hanoi, Vietnam.