Acara pemberian penghargaan “Bui Xuan Phai-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” ke-11 terus menyebarkan rasa cinta terhadap Kota Ha Noi

(VOVWORLD) - Acara pemberian penghargaan “Bui Xuan Phai-Demi  rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” ke-11 tahun 2018 baru saja berlangsung di Kota Ha Noi. Penghargaan ini dilaksanakan oleh koran “Olahraga dan Kebudayaan” dari Kantor Berita Viet Nam dan Dana Bui Xuan Phai sejak tahun 2008 untuk mencari, menemukan dan memuliakan pencipta, karya, lapangan kerja dan ide yang punya “kadar kesenian dan ilmu pengetahuan tinggi yang berkaitan dengan kehidupan Kota Ha Noi di semua segi dan penuh dengan satu kecintaan terhadap Kota Ha Noi”.
Acara pemberian penghargaan “Bui Xuan Phai-Demi  rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” ke-11 terus menyebarkan rasa cinta terhadap Kota Ha Noi - ảnh 1Acara menyampaikan penghargaan kepada bapak Nguyen Ba Dam   (Foto: hanoi.gov.vn)

Penghargaan “Bui Xuan Phai-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” merupakan satu penghargaan tahunan yang sudah banyak dikenal selama 10 tahun ini. Pada tahun ini, Dewan Juri telah  memilih 12 nomine resmi untuk penghargaan ini dan menyampaikan 6 hadiah di empat ketegori: hadia besar, hadiah tentang karya, hadiah tentang ide dan hadiah tentang pekerjaan.

Hadiah Besar-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi disampaikan kepada bapak Nguyen Ba Dam dengan dedikasi yang diam-diam seumur hidupnya bagi kebudayaan dan cara hidup Kota Ha Noi. Nguyen Ba Dam lahir pada tahun 1922 di Kota Ha Noi, mungkin massa rakyat belum banyak mengenalnya, karena dia bekerja secara diam-diam. Tetapi siapa saja yang mengenalnya sangat terkesan tentang satu “jiwa Ha Noi” yang mendalam dengan cara hidup yang sederhana, teratur dan tidak kurang santun dalam kegandrungan mengoleksi barang antik dan melakukan temu pergaulan dengan para orang yang terkenal  Ha Noi pada zamannya. Jiwa Ha Noi itu selalu menghormati setiap ciri budaya ibu kota, diam-diam menulis buku-buku yang tidak besar dan akademik, tapi menggunakan sangat banyak memori dan pengalaman diri sendiri agar bersama dengan waktu akan menjadi memori seluruh masyarakat. Sejarawan Duong Trung Quoc, Wakil Ketua Asosiasi Ilmu Sejarah Viet Nam, anggota Dewan Juri Penghargaan Bui Xuan Phai-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” memberitahukan: “Pesan tentang asmara tak ada batasnya, sangat  sulit dibandingkan, tetapi ada satu-satunya hal ialah  usaha seumur hidup,  ketulusan hati, keasyikan dan nilai-nilai yang sedang sangat dihormati oleh masyarakat, misalnya orang-orang yang sedang hidup sangat rendah hati dan berhasil menjaga karakter orang Ha Noi. Itulah hal-hal yang kami memberat pada calon yang adalah seorang veteran yang memberikan dedikasi yang sangat sederhana tapi mendalam”.

Sekarang ini, bapak Nguyen Ba Dam sedang gigat menyempurnakan rancangan buku “Ha Noi masa dulu” yang direncanakan akan diluncurkan pada akhir tahun 2018. Tidak berhenti di situ, dia berencana meluncurkan buku tentang para pelukis terkenal dari Kota Hanoi, di antaranya berfokus pada  empat sejoli yang legendaris yaitu Nguyen Tu Nghiem, Duong Bich Lien, Nguyen Sang dan Bui Xuan Phai.

“Penghargaan tentang karya-Demi rasa cinta terhadap Kota Hanoi” tahun ini memuliakan kumpulan sajak “Kanda masih punya Adinda” ciptaan seniman yang berbakat Phan Vu dan fillm “Mon Ha Noi” (Ha Noi milik ku) ciptaan mantan Duta Besar Perancis di Viet Nam, Jean Noel Poirier. Phan Vu tidak hanya seorang penyair, dia juga adalah seorang sutradara, seorang penulis drama dan pelukis yang berbakat. Oleh karena itu, sajaknya kental dengan sifat seni lukis. Di sumber  lain, film dokumenter “Mon Ha Noi” merupakan perjalanan menguak tabir “rahasia-rahasia kecil” tentang Kota Ha Noi. Arsitektur merupakan tema yang mendapat perhatian istimewa dari Jean Noel Poirier dan menduduki sebagian besar dari durasi film ini. Mantan Duta Besar Perancis memantau arsitektur Kota Ha Noi secara teliti untuk mengajukan kesimpulan yang menyenangkan: “Satu kota menyerap pengaruh dari luar negeri, menjaganya dan mengubahnya menjadi milik  sendiri”.

“Hadiah tentang ide” tahun ini disampaikan kepada “Rekomendasi-rekomendasi mengkonservasikan dan mengembangkan nilai situs peninggalan arkeologi Kebun Pisang” ciptaan Profesor Muda Nguyen Van Huy, mantan Direktur Museum Etnologi Viet Nam dan para ilmuwan lainnya. Situs peninggalan arkeologi Kebun Pisang punya area yang luasnya 19.000 meter persegi, terletak di Desa Lai Xa, Kecamatan Kim Chung, Kabupaten Hoai Duc, Kota Ha Noi. Situs peninggalan arkeologi ini ditemukan pada tahun 1969 dan mengalami 8 kali ekskavasi. Melalui itu, ribuan artefak telah berhasil digali. Para ilmuwan menyatakan bahwa daerah ini merupakan tempat pemukiman arga dari 1.800 sampai 3.500 tahun. Ini merupakan tempat pemukiman sekaligus pemakaman yang paling dini di Kota Ha Noi, merupakan bukti yang langka tentang penghuni-penghuni pertama kota ini.

“Hadia tentang pekerjaan-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” tahun ini memuliakan tindakan menghadiahkan dua jangkar kuno kepada Museum Ha Noi yang dilakukan oleh bapak Quach Van Dich dan proyek Jalan Lukisan Phung Hung. Menurut para pakar tentang artefak yang datang dari Jepang, Perancis dan Kanada, dua jangkar ini berpenanggalan dari abad XV, merupakan benda penting yang turut memperjelas banyak masalah dalam meneliti hubungan dagang melewati jalan laut di Viet Nam dalam sejarah. Sebelum dihadiahkan pada akhir tahun 2017, dua jangkar kuno ini telah berkaitan dengan keluarga bapak Quach Van Dich selama kira-kira dua dekade. Bapak Quach Van Dich memberitahukan: “Benda ini diambil di Sungai Merah, Kota Ha Noi, saya membelinya dari para nelayan. Benda ini merupakan salah satu di antara selar sejarah tentang Kota Ha Noi, tentang Sungai Merah dan tentang integrasi yang dilakukan para pendahulu kita dulu”.

“Penghargaan tentang pekerjaan-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” diberikan kepada proyek Jalan Lukisan Phung Hung tidak hanya berdasarkan pada kualitas artistik proyek ini, tapi juga demi rencana jangka-panjang yang ingin membangkitkan ruang budaya publik di jalan-jalan di sekitar jembatan kereta api daerah Long Bien.

Penghargaan “Bui Xuan Phai-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” menegaskan rasa cinta kepada Hanoi dari putra-putri Viet Nam dan sahabat-sahabat internasional terhadap Kota Ha Noi masih kuat dan berlimpah-limpah. Kecintaan itu bagaikan aliran ait, mengkonektivitaskan dan menyebar-luaskan banyak nilai baik untuk turut membangun satu Kota Ha Noi yang indah, modern dan layak dihuni. BUI HANG

Reportase hari Sabtu (6/10/2018)

Acara pemberian penghargaan “Bui Xuan Phai-Demi  rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” ke-11 tahun 2018 baru saja berlangsung di Kota Ha Noi. Penghargaan ini dilaksanakan oleh koran “Olahraga dan Kebudayaan” dari Kantor Berita Viet Nam dan Dana Bui Xuan Phai sejak tahun 2008 untuk mencari, menemukan dan memuliakan pencipta, karya, lapangan kerja dan ide yang punya “kadar kesenian dan ilmu pengetahuan tinggi yang berkaitan dengan kehidupan Kota Ha Noi di semua segi dan penuh dengan satu kecintaan terhadap Kota Ha Noi”. Berikut ini, penyiar … menyampaikan reportase hari Sabtu dengan judul: “Acara pemberian penghargaan “Bui Xuan Phai-Demi  rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” ke-11 terus menyebarkan rasa cinta terhadap Kota Ha Noi”.

Penghargaan “Bui Xuan Phai-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” merupakan satu penghargaan tahunan yang sudah banyak dikenal selama 10 tahun ini. Pada tahun ini, Dewan Juri telah  memilih 12 nomine resmi untuk penghargaan ini dan menyampaikan 6 hadiah di empat ketegori: hadia besar, hadiah tentang karya, hadiah tentang ide dan hadiah tentang pekerjaan.

Hadiah Besar-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi disampaikan kepada bapak Nguyen Ba Dam dengan dedikasi yang diam-diam seumur hidupnya bagi kebudayaan dan cara hidup Kota Ha Noi. Nguyen Ba Dam lahir pada tahun 1922 di Kota Ha Noi, mungkin massa rakyat belum banyak mengenalnya, karena dia bekerja secara diam-diam. Tetapi siapa saja yang mengenalnya sangat terkesan tentang satu “jiwa Ha Noi” yang mendalam dengan cara hidup yang sederhana, teratur dan tidak kurang santun dalam kegandrungan mengoleksi barang antik dan melakukan temu pergaulan dengan para orang yang terkenal  Ha Noi pada zamannya. Jiwa Ha Noi itu selalu menghormati setiap ciri budaya ibu kota, diam-diam menulis buku-buku yang tidak besar dan akademik, tapi menggunakan sangat banyak memori dan pengalaman diri sendiri agar bersama dengan waktu akan menjadi memori seluruh masyarakat. Sejarawan Duong Trung Quoc, Wakil Ketua Asosiasi Ilmu Sejarah Viet Nam, anggota Dewan Juri Penghargaan Bui Xuan Phai-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” memberitahukan: “Pesan tentang asmara tak ada batasnya, sangat  sulit dibandingkan, tetapi ada satu-satunya hal ialah  usaha seumur hidup,  ketulusan hati, keasyikan dan nilai-nilai yang sedang sangat dihormati oleh masyarakat, misalnya orang-orang yang sedang hidup sangat rendah hati dan berhasil menjaga karakter orang Ha Noi. Itulah hal-hal yang kami memberat pada calon yang adalah seorang veteran yang memberikan dedikasi yang sangat sederhana tapi mendalam”.

Sekarang ini, bapak Nguyen Ba Dam sedang gigat menyempurnakan rancangan buku “Ha Noi masa dulu” yang direncanakan akan diluncurkan pada akhir tahun 2018. Tidak berhenti di situ, dia berencana meluncurkan buku tentang para pelukis terkenal dari Kota Hanoi, di antaranya berfokus pada  empat sejoli yang legendaris yaitu Nguyen Tu Nghiem, Duong Bich Lien, Nguyen Sang dan Bui Xuan Phai.

“Penghargaan tentang karya-Demi rasa cinta terhadap Kota Hanoi” tahun ini memuliakan kumpulan sajak “Kanda masih punya Adinda” ciptaan seniman yang berbakat Phan Vu dan fillm “Mon Ha Noi” (Ha Noi milik ku) ciptaan mantan Duta Besar Perancis di Viet Nam, Jean Noel Poirier. Phan Vu tidak hanya seorang penyair, dia juga adalah seorang sutradara, seorang penulis drama dan pelukis yang berbakat. Oleh karena itu, sajaknya kental dengan sifat seni lukis. Di sumber  lain, film dokumenter “Mon Ha Noi” merupakan perjalanan menguak tabir “rahasia-rahasia kecil” tentang Kota Ha Noi. Arsitektur merupakan tema yang mendapat perhatian istimewa dari Jean Noel Poirier dan menduduki sebagian besar dari durasi film ini. Mantan Duta Besar Perancis memantau arsitektur Kota Ha Noi secara teliti untuk mengajukan kesimpulan yang menyenangkan: “Satu kota menyerap pengaruh dari luar negeri, menjaganya dan mengubahnya menjadi milik  sendiri”.

“Hadiah tentang ide” tahun ini disampaikan kepada “Rekomendasi-rekomendasi mengkonservasikan dan mengembangkan nilai situs peninggalan arkeologi Kebun Pisang” ciptaan Profesor Muda Nguyen Van Huy, mantan Direktur Museum Etnologi Viet Nam dan para ilmuwan lainnya. Situs peninggalan arkeologi Kebun Pisang punya area yang luasnya 19.000 meter persegi, terletak di Desa Lai Xa, Kecamatan Kim Chung, Kabupaten Hoai Duc, Kota Ha Noi. Situs peninggalan arkeologi ini ditemukan pada tahun 1969 dan mengalami 8 kali ekskavasi. Melalui itu, ribuan artefak telah berhasil digali. Para ilmuwan menyatakan bahwa daerah ini merupakan tempat pemukiman arga dari 1.800 sampai 3.500 tahun. Ini merupakan tempat pemukiman sekaligus pemakaman yang paling dini di Kota Ha Noi, merupakan bukti yang langka tentang penghuni-penghuni pertama kota ini.

“Hadia tentang pekerjaan-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” tahun ini memuliakan tindakan menghadiahkan dua jangkar kuno kepada Museum Ha Noi yang dilakukan oleh bapak Quach Van Dich dan proyek Jalan Lukisan Phung Hung. Menurut para pakar tentang artefak yang datang dari Jepang, Perancis dan Kanada, dua jangkar ini berpenanggalan dari abad XV, merupakan benda penting yang turut memperjelas banyak masalah dalam meneliti hubungan dagang melewati jalan laut di Viet Nam dalam sejarah. Sebelum dihadiahkan pada akhir tahun 2017, dua jangkar kuno ini telah berkaitan dengan keluarga bapak Quach Van Dich selama kira-kira dua dekade. Bapak Quach Van Dich memberitahukan: “Benda ini diambil di Sungai Merah, Kota Ha Noi, saya membelinya dari para nelayan. Benda ini merupakan salah satu di antara selar sejarah tentang Kota Ha Noi, tentang Sungai Merah dan tentang integrasi yang dilakukan para pendahulu kita dulu”.

“Penghargaan tentang pekerjaan-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” diberikan kepada proyek Jalan Lukisan Phung Hung tidak hanya berdasarkan pada kualitas artistik proyek ini, tapi juga demi rencana jangka-panjang yang ingin membangkitkan ruang budaya publik di jalan-jalan di sekitar jembatan kereta api daerah Long Bien.

Penghargaan “Bui Xuan Phai-Demi rasa cinta terhadap Kota Ha Noi” menegaskan rasa cinta kepada Hanoi dari putra-putri Viet Nam dan sahabat-sahabat internasional terhadap Kota Ha Noi masih kuat dan berlimpah-limpah. Kecintaan itu bagaikan aliran ait, mengkonektivitaskan dan menyebar-luaskan banyak nilai baik untuk turut membangun satu Kota Ha Noi yang indah, modern dan layak dihuni. BUI HANG

Komentar

Yang lain