Suara dosen Do Van Thien, mantan Wakil Sekretaris Redaksi Surat Kabar Hukum Kota Ho Chi Minh, bergema di ruang kelas. Suaranya diselingi diskusi dan tawa ketika para peserta berhasil menyelesaikan sebuah video pendek dengan menggunakan telepon pintar. Suasana penuh semangat itulah yang mewarnai empat hari berlangsungnya kursus.
Yan Yeat, jurnalis dari Provinsi Tboung Khmum, Kamboja, mengatakan:
"Ada dua keterampilan utama yang berhasil saya dapatkan dan terapkan dengan baik dalam pelatihan ini. Pertama, mengenai penggunaan AI dalam jurnalisme yang telah dijelaskan secara rinci oleh para dosen. Kedua, mengenai teknik merekam video. Dulu saya belum tahu objek apa yang perlu direkam atau di mana harus memposisikan kamera. Namun setelah pelatihan ini, saya memperoleh banyak pengetahuan baru."
Kesan yang disampaikan Yan Yeat merupakan hasil dari kursus pelatihan yang dirancang secara sistematis. Kursus ini diselenggarakan oleh Direktorat Pers di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam pada 27 hingga 30 Juli 2026 di Kota Ho Chi Minh. Sebanyak 27 pejabat pengelola informasi dan jurnalis dari seluruh provinsi dan kota di Kamboja hadir sebagai peserta. Program ini dilaksanakan dalam kerangka Nota Kesepahaman kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam dan Kementerian Informasi Kerajaan Kamboja untuk periode 2026 - 2030.
Selama empat hari, para peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai jurnalisme digital, seperti peliputan multimedia menggunakan telepon pintar, penulisan berita singkat, fotografi, produksi dan penyuntingan video dengan telepon pintar, serta penerapan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam pekerjaan jurnalistik sehari-hari. Selain sesi teori dan praktik, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke kantor redaksi Surat Kabar Tuoi Tre (Pemuda), surat kabar yang memiliki sejarah lebih dari 50 tahun.
Menurut Phon Sareth dari Dinas Informasi Ibu Kota Phnom Penh dan Phai Bopha, jurnalis dari Provinsi Battambang, kursus pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan yang bermanfaat dan menarik.
-"Saya belajar lebih banyak tentang cara menggunakan telepon pintar untuk menghasilkan produk jurnalistik. Dengan perangkat ini, kita dapat menulis berita dengan cepat, mengambil foto, merekam video dan audio berkualitas baik, tidak rumit seperti menggunakan peralatan profesional yang rumit atau melibatkan banyak tenaga kerja."
-"Dalam kursus pelatihan ini, kami lebih memahami cara cara mengambil foto, mengedit dan mengunggah konten di situs web agar menarik lebih banyak pembaca. Kunjungan lapangan ke kantor surat kabar Tuoi Tre juga memberi saya banyak pengalaman baru dalam pengorganisasian, pengoperasian dan pengaturan tim reporter serta editor."
Berkat semangat belajar yang antusias tersebut, kursus pelatihan berakhir dengan hasil yang diakui dan diapresiasi oleh kedua belah pihak. Dalam upacara penutupan, Luu Dinh Phuc, Kepala Direktorat Pers Vietnam, menegaskan:
"Saya sangat senang mengetahui bahwa kursus pelatihan ini menarik dan sangat diperlukan bagi para jurnalis Kamboja untuk memperbarui pengetahuan serta meningkatkan kapasitas jurnalistik. Keberhasilan kursus pelatihan tersebut juga merupakan tolok ukur efektivitas Nota Kesepahaman kerja sama di bidang informasi dan komunikasi yang telah ditandatangani kedua kementerian, sekaligus menjadi dasar untuk memperluas dan memperkuat kerja sama pada tahap berikutnya."
Namun, yang paling membekas dalam ingatan para jurnalis Kamboja bukan hanya ilmu dan keterampilan baru, tetapi juga pengalaman dan kesan baik tentang Kota Ho Chi Minh yang dinamis, modern, dan ramah.
-"Ini merupakan pertama kalinya saya mengunjungi Kota Ho Chi Minh. Kesan pertama saya adalah kawasan pejalan kaki yang luas, banyak pepohonan hijau, udaranya segar, dan dipenuhi wisatawan mancanegara. Kesan kedua adalah cita rasa kopi Vietnam yang benar-benar lezat."
-"Saya sangat terkesan dengan infrastruktur transportasi di Kota Ho Chi Minh. Menurut saya, kota ini telah menerapkan kebijakan yang sesuai dengan tren saat ini melalui investasi besar pada sistem transportasi umum. Wisatawan dapat dengan mudah memantau peta jalan maupun tujuan perjalanan melalui aplikasi di telepon pintar, sehingga sangat nyaman dan cepat."
Empat hari kursus pelatihan tersebut memang singkat, namun kesan-kesan indah pasti akan terus membekas. Mulai dari keterampilan jurnalistik yang baru dipelajari, aroma secangkir kopi tradisional Vietnam saat waktu istirahat, hingga jembatan yang mempererat hubungan antara dunia pers kedua negara, semuanya akan terus mengikuti 27 jurnalis Kamboja dalam perjalanan menjalankan tugas jurnalistik di masa mendatang./.
