Buku Putih menegaskan pembelaan dan pendorongan HAM di Vietnam

(VOVWORLD) - Buku Putih tentang hak asasi manusia (HAM) dengan tema: “Membela dan mendorong HAM di Vietnam” yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Sosialis Vietnam pada awal tahun 2018 tidak hanya menunjukkan prestasi-prestasi tentang HAM Vietnam, tapi juga suara terbuka mengemukakan  pandangan, pemahaman dan termasuk yang akan terus dilaksanakan oleh Vietnam pada waktu mendatang untuk mencapai prestasi yang lebih besar dalam mendorong HAM di Vietnam.
Buku Putih menegaskan pembelaan dan pendorongan HAM di Vietnam - ảnh 1Buku Putih dari Kemlu Vietnam   (Foto: nguoilaodong.vn)

Dalam Buku Putih tentang HAM tahun ini, Vietnam memberikan informasi-informasi yang update tentang hukum, kebijakan, upaya dan prestasi tentang HAM maupun tantangan-tantangan yang perlu diatasi dan diprioritaskan untuk mendorong pelaksanaan HAM di Vietnam semakin lebih baik.

 

Presitasi tentang HAM yang tidak bisa diingkari

Pada tahun 2005, Kemlu Vietnam telah mengumumkan buku: “Prestasi  dalam membela dan mengembangkan HAM di Vietnam”. Sejak itu hingga sekarang, komunitas internasional telah menyaksikan prestasi-prestasi penting yang dicapai oleh Vietnam dalam membela dan mengembangkan HAM, khususnya ialah pengesahan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 2013 dan penyempurnaan sistim perundang-undangan tentang HAM. Pada kenyataannya, Vietnam telah mencapai banyak prestasi dalam menjamin hak-hak sipil dan politik untuk rakyat yang meliputi: hak memilih, dipilih dan ikut serta mengelola Negara dan masyarakat, hak kebebasan berbicara, hak kebebasan pers dan informasi, hak kebebasan mengadakan rapat dan hak berorganisasi, hak kebebasan berkeyakinan dan beragama, hak warga etnis-etnis minoritas, hak hidup, dihormati tentang harkat dan tanpa dilanggar tentang jasmani, menjamin hak kebebasan bepergian dan bermukim. Vietnam juga melaksanakan HAM dengan baik di bidang sosial-ekonomi dan kebudayaan yang meliputi hak mengembangkan ekonomi, meningkatkan kehidupan materiil rakyat, hak tentang sosial dan hak mendapat perawatan kesehatan. Vietnam juga menjamin hak kelompok rentan dalam masyarakat yang dimanifestasikan dalam menjamin hak kaum wanita, menghapuskan semua bentuk diskriminasi terhadap kaum wanita, menjamin hak anak-anak, menjamin hak kaum disabilitas dan korban agen oranye serta menjamin hak kaum lansia. Vietnam yang menjadi anggota Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2014 dengan suara dukungan yang paling tinggi di antara para calon pada waktu itu merupakan bukti yang menunjukkan prestasi-prestasi besar dari HAM Vietnam yang telah mendapat pengakuan dari komunitas internasional.

 

Mengemukakan secara terbuka  tujuh prioritas Vietnam di bidang HAM

Bersama dengan menegaskan prestasi-prestasi tentang HAM, Buku Putih Vietnam pada tahun ini mengemukakan secara tertuka 7 prioritas pada waktu mendatang dengan maksud menjamin pelaksnaaan HAM secara lebih baik. Menurut itu, Vietnam terus menyempurnakan sistim perundang-undangan untuk melaksanakan hak-hak fundamental rakyat secara lebih baik dan sesua dengan UUD tahun 2013 dan komitmen internasional dari Vietnam. Pemerintah Vietnam juga sedang memperhebat pengembangan sosial-ekonomi untuk meningkatkan syarat, sumber daya untuk pekerjaan mengentas dari kelaparan, kemiskinan, meningkatkan kualitas kehidupan materiil dan spirituil rakyat serta meningkatkan kemampuan mendekati berbagai ragam jaring pengaman sosial untuk rakyat. Negara Vietnam akan memperbaiki kualitas pendidikan untuk mengembangkan sumber daya manusia, di antaranya ada pendidikan tentang HAM, meningkatkan pemahaman rakyat dan kemampuan badan-badan pelaksana hukum di bidang ini. Vietnam terus mendorong kesetaraan gender karena ini merupakan faktor penting untuk membangun satu sumber daya manusia yang kuat serta memperhebat kualitas kehidupan untuk setiap perseorangan, setiap keluarga dan seluruh masyarakat. Perawatan kesehatan masyarakat, mengarah ke satu masyarakat yang sehat dan dapat mendekati jasa-jasa perawatan kesehatan secara lengkap baik di segi jasmani maupun di segi rokhani akan juga digelarkan. Akhirnya, Vietnam terus memperkuat kerjasama dengan semua negara, mekanisme dan organisasi spesialis di kawasan dan seluruh dunia yang bersangkutan dengan HAM.

 

Pandangan konsekuen Vietnam tentang HAM

Buku Putih tentang HAM tahun 2018 menegaskan kuat pandangan Vietnam tentang HAM. Yaitu menjamin dan mendorong HAM pertama-tama merupakan tanggung-jawab dan hak setiap negara. Semua negara bertanggung-jawab membangun sistim perundang-undangan  di dalam negeri sesuai dengan prinsip-prinsip mendasar dari hukum internasional, khususnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan memperhitungkan situasi setiap negara untuk menjamin agar rakyat dapat menikmati HAM secara sebaik-baiknya. Karena perbedaan tentang situasi sejarah, sistim politik, taraf perkembangan, nilai kebudayaan tradisional dan lain-lain, maka pendekatan HAM dari setiap negara mungkin berbeda-beda. Dilakukannya kerjasama dan dialog antar-negara tentang HAM untuk mendorong dan membela HAM merupakan satu tuntutan yang perlu dan obyektif. Vietnam mendukung penguatan kerjasama internasional di bidang HAM di atas dasar dialog yang setara, konstruktif, menghormati dan mengerti satu sama lain, tidak mengintervensi urusan internal satu sama lain, demi tujuan bersama ialah mendorong dan membela HAM secara makin lebih baik.

Buku Putih tentang HAM Vietnam tahun 2018 merupakan suarat kuat untuk membalas ocehan fitnahan terhadap Vietnam di bidang HAM, karena semua prestasi yang sudah dicapai oleh Vietnam dan pandangan Vietnam tentang HAM sepenuhnya sesuai dengan semua prinsip, isi dasar dan kecenderungan perkembangan menurut arah konstruktif dari hukum internasional di bidang HAM. 

Komentar

Yang lain