Diplomasi Terus Mendorong Berbagai Kesepakatan, Perjanjian Perdagangan dan Investasi

(VOVWORLD) - Pada sidang Komite Tetap Majelis Nasional (MN) ke-31, pada Selasa (18 Maret), Kepala Diplomasi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Bui Thanh Son, menjawab interpelasi dari para anggota Komite Tetap MN tentang  kenyataan pelaksanaan  kesepakatan bilateral, multilateral dan solusi-solusi  untuk mendorong pelaksanaan berbagai kesepakatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi; dukungan untuk memperluas pasar barang ekspor dan mendukung badan usaha Vietnam pergi ke luar negeri. 
Diplomasi Terus Mendorong Berbagai Kesepakatan, Perjanjian Perdagangan dan Investasi - ảnh 1Panorama acara interpelasi dan jawaban interpelasi tentang isu-isu diplomatik  (Foto: quochoi.vn)

Menurut Menlu Bui Thanh Son, dari Kongres Nasional Partai Komunis Vietnam ke-13 (2021), hingga saat ini, Vietnam telah merundingkan dan menandatangani lagi 5 FTA (Perjanjian Perdagangan Bebas) bilateral dan multilateral, meningkatkan jumlah total FTA yang dinegosiasikan, ditandatangani dan dilaksanakan, hingga saat ini terdapat 19 FTA (di antaranya 16 FTA telah berlaku dengan lebih dari 60 mitra di semua  benua yang menyumbang sebagian besar PDB global, menjadikan Vietnam salah satu di antara negara-negara yang memimpin kawasan tentang partisipasi dalam kerangka kerja sama ekonomi internasional. Pada tahun 2023, Inggris mengakui status ekonomi pasar Vietnam dan isu meninjau pengakuan status ekonomi pasar Vietnam juga dimasukkan ke dalam Pernyataan Bersama tentang Penggalangan Hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam - Amerika Serikat. Sekarang, jumlah mitra yang telah mengakui status ekonomi pasar Vietnam mencapai 72 negara dan wilayah.

Hal ini merupakan dasar yang menguntungkan bagi Vietnam untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dengan mitra-mitra kerja sama, membuka pasar, mengurangi atau menghapuskan hambatan perdagangan terhadap barang-barang Vietnam, memastikan dan mengembangkan rantai pasokan, berkerja sama untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar tradisional, membuka pasar baru dengan para mitra yang potensial.

 

Menggencarkan Koordinasi dalam Mendorong Ekspor dan Menghubungkan Badan Usaha antar Kementerian dan Instansi

Merapati kebijakan Partai Komunis  dalam membangun diplomasi ekonomi demi pembangunan tanah air, selama  ini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan lembaga perwakilan Vietnam di luar negeri telah berkoordinasi erat dengan Kementerian Industri dan Perdagangan serta kementerian, cabang,  daerah-daerah, dan badan usaha mendorong kegiatan memperluas ekspor. Di antaranya, berfokus pada pengembangan ekonomi perbatasan antara Vietnam dan negara-negara tetangga. Kemenlu telah aktif berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat pusat dan daerah untuk melakukan survei, evaluasi, dan pelaksanaan. Menlu Bui Thanh Son, menekankan:

"Dengan Tiongkok, kita melakukan penghubungan jalan darat dan selanjutnya jalan kereta api untuk berkomunikasi dengan mitra. Kedua, melakukan negosiasi dengan mitra mengenai ketentuan dan standar barang agar kita dapat mengekspornya secara resmi, karena barang-barang Vietnam sekarang berkualitas sangat tinggi. Kami sepenuhnya bisa melaksanakan hal itu, dengan demikian akan berkontribusi terhadap pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan dan berjangka panjang."

Diplomasi Terus Mendorong Berbagai Kesepakatan, Perjanjian Perdagangan dan Investasi - ảnh 2Menlu Bui Thanh Son menjawag interpelasi  (Foto: quochoi.vn)

Dalam konteks pasar ekspor ke Eropa (terutama garmen dan alas kaki) menghadapi banyak kesulitan, Vietnam dengan proaktif dan fleksibel dalam mencari pasar-pasar baru, memanfaatkan produk baru, terutama produk pertanian dan kehutanan. Menlu Bui Thanh Son menegaskan, selain pasar tradisional, Kemenlu juga memberikan tugas kepada para duta besar untuk aktif mencari dan memperluas pasar, khususnya pasar Timur Tengah dan Afrika yang memiliki potensi besar:

“Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan beberapa kementerian dan instansi untuk melaksanakan sejumlah pekerjaan. Pertama, mengarahkan lembaga perwakilan diplomatik untuk terus memberikan dukungan kepada provinsi, kota, dan badan  usaha untuk berpartisipasi dalam prmosi dagang, investasi, dan pariwisata, menyosialisasikan produk-produk unggulan di kawasan Timur Tengah, Afrika, khususnya Kawasan  Teluk. Kedua, terus mendukung ekspor produk-produk  unggulan, khususnya produk  dari kayu, ke pasar Timur Tengah dan Afrika. Seiring dengan itu, mengundang investasi dari dana investasi di kawasan Timur Tengah pada bidang-bidang yang mereka perhatikan seperti logistik, infrastruktur, dan energi terbarukan.”

Pada waktu mendatang, Kemenlu akan mendorong penyusunan dan penyempurnaan kerangka hukum, kebijakan negara dan undang-undang yang terkait dengan pengakuan produk Halal di Vietnam dan  melakukan kerja sama internasional di bidang industri Halal, memperkuat promosi, sosialisasi, dan menghubungkan badan usaha dan daerah di Vietnam dan berbagai pasar halal, dan sebagainya.

 

Mendorong Lebih Lanjut Diplomasi Ekonomi

Dalam konteks keadaan perekonomian dunia diramalkan masih mengalami banyak kesulitan dan perkembangan yang tidak dapat diprediksi, barang-barang Vietnam menghadapi banyak tantangan ketika pasar besar semakin menetapkan standar baru terkait rantai pasokan, bahan baku bersih, tenaga kerja, lingkungan, manajemen, asal-usul dan lain-lain terhadap produk impor. Oleh karena itu, Kemenlu Vietnam menentukan pekerjaan diplomasi ekonomi harus diperhebat lebih lanjut.

Selain terus memberikan masukan kepada Pemerintah untuk mendorong kerangka kerja  sama dengan mitra-mitra yang merupakan pasar besar dan utama Vietnam, sektor diplomatik berkoordinasi untuk maju lebih dini, membuka jalan, merundingkan dan menandatangani  FTA-FTA baru secara selektif, memprioritaskan FTA-FTA generasi baru dengan prinsip menjamin setinggi-tingginya kepentingan nasional dan bangsa. Kemenlu juga memperkuat bimbingan bagi Badan Perwakilan dan Kantor Perdagangan Vietnam di luar negeri untuk  menangkap informasi pasar, peraturan dan kebijakan baru dari negara setempat untuk segera memperingatkan risiko, hambatan teknis, bahaya perselisihan perdagangan, dan lain-lain untuk memberi masukan kepada Pemerintah, badan, daerah, dan badan usaha dalam negeri tentang peluang baru dalam memperluas pasar, dengan segera menyesuaikan kebijakan dan membela kepentingan yang layak dari komunitas badan usaha dan warga./.

Komentar

Yang lain