Halaman baru bagi kerjasama GMS dan CLV

(VOVWORLD) - Sukses yang dicapai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-6 Kerjasama Sub-kawasan sungai Mekong (GMS-6) dan KTT ke-10 Kerjsama Kawasan Segitiga Perkembangan Kamboja-Laos-Vietnam (CLV-10) yang diadakan oleh Vietnam punya makna penting terhadap Vietnam dan negara-negara di kawasan. Serentetan naskah penting yang diesahkan pada kesempatan ini telah turut menetapkan orientasi kerjasama regional pada tahap mendatang, memanifestasikan komitmen memperkuat kerjasama di banyak segi untuk bersama-sama membangun satu sub-kawasan sungai Mekong yang diperluas, integratif, makmur dan berkembang secara berkesinambungan.
Halaman baru bagi kerjasama GMS dan CLV - ảnh 1Panorama KTT Bisnis  GMS   (Foto: Duc Anh/vovworld.vn) 

KTT GMS-6 dan KTT  CLV-10 merupakan salah satu di antara aktivitas-aktivitas luar negeri mutilateral paling besar yang diadakan oleh Vietnam pada tahun ini. Banyak hasil penting telah dicapai dalam dua KTT ini.

 

Mengesahkan banyak naskah penting, menetapkan bentuk perkembangan kawasan

Pada KTT GMDS-6, para pemimpin telah menyetujui orientasi-orientasi kerjasama besar jangka menengah dan mulai mengoperasikan proses membangun visi kerjasama jangka panjang GMS. Tiga naskah penting dari KTT ini yaitu Pernyataan Bersama, Rencana Aksi Hanoi 2018-2022, Kerangka investasi sub-kawasan 2022 dengan lebih dari 222 proyek kongkrit senilai 65 miliar USD memperlihatkan adanya kecenderungan kerjasama menduduki peranan dominan. Perdana Menteri (PM)Vietnam,  Nguyen Xuan Phuc, pemimpin konferensi  menilai: “Konferensi sangat sukses. Konferensi ini memberikan kepercayaan dan pengarahan yang jelas di bidang-bidang yang menjadi perhatian negara-negara GMS. Yang patut diperhatikan ialah konferensi ini mulai mengoperasikan proses membangun visi jangka panjang pasca tahun 2022. Pada latar belakang negara-negara GMS mengarah ke agenda perkembangan yang berkesinambungan SDG 2030 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, situasi internasional dan regional mengalami banyak perusahan, kerjasama GMS perlu bisa menetapkan visi yang lebih jauh untuk membangun kawasan GMS yang integratif dan makmur. Itu akan juga merupakan satu visi untuk menjamin perkembangan yang berkesinambungan, harmonir dan seimbang di kawasan, bersamaan itu mendorong perkembangan yang bersifat mencakup, menjamin agar semua warga dapat menikmati keuntungan yang diberikan oleh proses globalisasi dan revolusi-revolusi teknologi”.

Sedangkan, sukses yang dicapai KTT CLV-10  dimanifestasikan dari banyak aspek. Yaitu telah membuka satu halaman kerjasama baru bagi CLV ketika para mitra maju untuk pertama kalinya menghadiri KTT ini. Hal ini menegaskan peranan CLV di kawasan dan komunitas ASEAN. KTT ini memutuskan membuka ruang kerjasama baru antara tiga negara, di antaranya yang patut diperhatikan ialah Rencana Induk tentang konektivitas 3 perekonomian CLV sampai tahun 2030. PM Nguyen Xuan Phuc memberitahukan: “Ini merupakan isi penting. Pertama-tama ialah konektivitas institusi yang meliputi  penguatan sosialisasi tentang kebijakan hukum. Kedua ialah konektivitas infrastruktur yang berfokus mengupgrade jalan-jalan, kemudian energi listrik, perdagangan dan pariwista. Ketiga ialah konektivitas manusia yang meliputi kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan; kesehatan, olahraga dan kebudayaan. Dengan konektivitas yang sinkron ini,  kawasan segitiga perkembangan ini pasti akan mengalami perkembangan pada waktu mendatang”.

 

Selar Vietnam

Pimpinan negara-negara mencatat peranan Vietnam yang menonjol dengan visi dan gagasan-gagasan untuk mendorong konektivitas antar-perekonomian. Pada KTT GMS-6, PM Nguyen Xuan Phuc telah berulang kali menekankan penguatan konektivitas 6 negara, yang pertama ialah infrastruktur dan para pemimpin sepakat akan menggelarkan lebih dari 200 proyek dengan total modal sebanyak 65 miliar USD. Juga menurut rekomendasi dari PM Nguyen Xuan Phuc, para pemimpin telah sepakat akan berfokus melakukan reformasi institusi hukum, mengembangkan infrastruktur dan sumber daya manusia di setiap negara untuk meningkatkan persaingan sub-kawasan.

Yang patut diperhatikan ialah untuk mengembangkan partisipasi yang lebih kuat dari para mitra maju, khususnya sektor swasta ke dalam kerjasama GMS, Vietnam untuk pertama kalinya mengadakan Forum Tingkat Tinggi Bisnis GMS, menyerap partisipasi dari banyak badan usaha dengan lebih dari 2.000 peserta. Anggota Dewan Negara Tiongkok, Wang Yi menilai: “Dengan gagasan dari Vietnam, untuk pertama kalinya  ada KTT tentang bisnis. Ini merupakan mekanisme baru yang sangat penting, karena ia membantu kita mendengarkan perasaan dan hasrat dari badan-badan usaha dan mengimbau partisipasi badan usaha dalam aktivitas kerjasama regional”.

Pada KTT CLV-10, di atas dasar rekomendasi dari Vietnam, para pemimpin sepakat mulai mengoperasikan proses perluasan kerjasama Kawasan Segitiga Perkembangan tidak terbatas di 13 provinsi, malainkan antara tiga perekonomian, bersamaan itu mengesahkan Rencana Induk yang ambisius tentang konektivitas tiga perekonomian dengan tujuan membawa tiga negara menjadi satu kutub yang penting dalam pertumbuhan ASEAN.

Menyusul suksesnya Konferensi APEC 2017, dua peristiwa internasional multilateral yang penting dalam tahun 2018 yaitu KTT GMS-6 dan KTT CLV-10  baru saja diadakan dengan sukses oleh Vietnam. Hal ini tidak hanya menunjukkan keinisiatifan dan keaktifan dari negara tuan rumah Vietnam dalam turut membimbing dan mengarahkan pola-pola kerjasama dari negara-negara, melainkan juga turut menjamin perkembangan yang berkesinambungan, harmonis dan seimbang di kawasan. 

Komentar

Yang lain