Para pemuda di Pulau Ly Son memproduksi hasil pertanian organik

(VOVWORLD) - Memahami akan bahaya polusi lingkungan karena kebiasaan menggunakan pupuk dan obat kimia dalam produksi pertanian, selama ini, banyak pemuda di Pulau Ly Son, Provinsi Quang Ngai, telah menjalankan arah memproduksi hasil pertanian organik  untuk melindungi lingkungan, meningkatkan nilai hasil pertanian bagi kampung halamannya. 
Para pemuda di Pulau Ly Son memproduksi hasil pertanian organik - ảnh 1 Ilustrasi (Foto: VOV)

Meskipun memiliki pekerjaan dan pendapatan stabil di Kota Ho Chi Minh, tapi saudara Dang Van Trong, 34 tahun, tetap memutuskan kembali ke kampung halaman Ly Son untuk menegakkan usaha-nya, memproduksi hasil pertanian organik. Sejak mulai memproduksi hasil pertanian pada 3 tahun lalu, dia telah menghadapi banyak kesulitan karena tanah mulai tercemer dan mendapat  serangan hama.  Tapi dengan tekad dan upaya-nya, dia telah gigih memulihkan tanah dan menciptakan lingkungan ekologi di sekitar sawah bawang putih-nya.

Dia memberitahukan,  proses memproduksi bawang putih organik sama sekali tidak menggunakan zat kimia, hanya menggunakan unsur organik seperti daun, tahi sapi dan rumput laut dan sebagainya untuk menjadi pupuk. Menggunakan larutan yang dibuat dari daun untuk mencegah serangan hama terhadap bawang putih. Hal istimewa dari pola penanaman bawang putih tersebut ialah rumput  liar hanya dicabuti  ketika tumbuh  lebih tinggi terbanding dengan pohon bawang putih, menghindari adanya persaingan mencari sinar matahari. Menurut dia, rumput liar ditahankan untuk menjamin kelembaban bagi tanah dan membatasi serangan hama. Melakukan cocok-tanam menurut cara ini, produktivitas tidak tinggi tapi harga setiap kilogram bawang putih meningkat lebih dari 3-4 kali lipat. Saudara Dang Van Trong memberitahukan:

“Semua yang bersangkutan dengan kimia seperti obat peptisida dan pupuk kimia, herbisida  dan sebagainya, semuanya tidak saya gunakan. Kalau dibandingkan dengan cara biasa produktivitasnya, hanya mencapai 60-80%, tetapi harganya meningkat 3 kali lipat lebih”.

Kabupaten pulau Ly Son sekarang punya 3 pola produksi bawang putih menurut arah organik dengan area seluas kira-kira 3 hektar yang dimiliki para pemuda. Pada dua tahun permulaan-nya pola tersebut mencapai produktivitas rendah karena harus memulihkan tanah dan menciptakan lingkungan ekologi. Tapi para pemuda di Pulau Ly Son tetap sepenuh hati memberikan kepada para konsumen hasil-hasil pertanian organik. Nguyen Van Nhat – penanam bawang putih organik di Pulau Ly Son memberitahukan:

“Keinginan kami ialah menciptakan brand bawang putih Ly Son. Harus mengembangkan lebih lanjut lagi sumber suplai bawang putih organik  untuk kebutuhan para konsumen. Oleh karena itu, saya melakukan investasi dalam memproduksi bawang putih organik dengan tujuan terakhir ialah membawa brand bawang putih Ly Son terbang lebih jauh dan disukai lebih banyak konsumen”.

Mengubah cara cocok-tanam pertanian yang tidak menggunakan pasir putih dan produk-produk kimia, para pemuda di Pulau Ly Son sudah dan sedang melaksanakan impian melindungi lingkungan, meningkatkan kualitas dan nilai produksi bawang dan bawang putih kampung halamannya. Pemerintahan Kabupaten Pulau Ly Son, Provinsi Quang Ngai juga sedang memacu warga dan badan usha supaya ikut melakukan investasi dalam memproduksi hasil pertanian organik. Pertama-tama menetapkan  zona produksi  pertanian khusus yang bersih agar diikutertai oleh warga dan badan usaha. Ibu Pham Thi Huong, Wakil Ketua Komite Rakyat Kabupaten Pulau Ly Son menegaskan:

“Usaha memproduksi hasil pertanian organik akan dikaitkan dengan pengembangan pariwisata. Ketika para wisatawan tiba di Pulau Ly Son mereka akan mengunjungi dan mencari tahu tentang hasil pertanian organik. Oleh karena itu, nilai bawang putih akan meningkat lebih. Kami juga memacu para investor dan menjadi jembatan penghubung bagi  badan usaha, warga dan negara untuk tiba memproduksi hasil pertanian organik”.

Semoga  dengan tekad dan daya muda-nya, para pemuda yang berani berpikir dan berani bertindak akan mencapai sukses lebih banyak lagi dengan pola memproduksi hasil pertanian organik, membuka arah pengembangan ekonomi yang baik dan tersebar-luaskan di seluruh negeri. 

Komentar

Yang lain