Vietnam – Amerika Serikat berkomitmen menuju ke masa depan

(VOVworld) – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Rabu (25/5), telah mengakhiri kunjungan resmi selama 3 hari di Vietnam. Kunjungan ini telah mencapai banyak hasil yang menonjol di bidang-bidang politik, ekonomi, keamanan – pertahanan, pendidikan – pelatihan dan masalah-masalah global, membuka satu periode kerjasama baru dalam hubungan Vietnam – Amerika Serikat, bersama-sama menuju ke masa depan.


Vietnam – Amerika Serikat berkomitmen menuju ke masa depan - ảnh 1
Kunjungan yang membuka halaman baru dalam hubungan Vietnam - Amerika Seirkat
(Foto: Reuters)


Kunjungan yang dilakukan Pemimpin Gedung Putih kali ini juga merupakan kunjungan ke-3 yang dilakukan seorang Presiden Amerika Serikat di Vietnam setelah dua negara menormalisasi hubungan diplomatik, merupakan bukti bagi perkembangan yang melompat dari hubungan antara dua negara yang pernah bermusuhan pada masa lampau. Kunjungan dan semua hasil menonjol dalam kunjungan ini merupakan bukti paling jelas yang menegaskan bahwa hubungan kemitraan komprehensif Vietnam – Amerika Serikat sedang berada pada tahap yang amat baik dan menjanjikan banyak prospek pada masa depan.


Mempererat hubungan kemitraan komprehensif

Dalam kunjungannya di Vietnam kali ini, satu keputusan yang mendapat sambutan hangat dari opini umum dua negara dan komunitas internasional ialah pernyataan Presiden Barack Obama tentang pencabutan sepenuhnya embargo senjata mematikan terhadap Vietnam. Dengan demikian, pagar-pagar terakhir dalam masa Perang Dingin telah dihapuskan. Pencabutan embargo yang dilakukan Presiden Barack Obama ini merupakan satu kemajuan penting dalam hubungan Vietnam – Amerika Serikat, seperti yang dikatakan Presiden Barack Obama dalam pertemuan dengan pemimpin senior Vietnam sebagai perkembangan alami. Keputusan ini menunjukkan bahwa hubungan Vietnam – Amerika Serikat telah dinormalisasi sesuai dengan maknanya, menciptakan syarat untuk mendorong kerjasama komprehensif antara dua pihak, diantaranya ada kerjasama pertahanan, turut membina kepercayaan antara dua negara.

Bagi Vietnam, keputusan tersebut mempunyai makna penting. Sudah berulang kali, Vietnam menegaskan politiknya yang konsekwen ialah damai dan akrab dengan negara lain, berhaluan menangani sengketa dengan langkah-langkah damai, diplomasi dan hukum. Tujuan memperkuat kemampuan pertahanan ialah untuk menjaga kemerdekaan, kedaulatan dan keutuhan wilayah nasional. Keputusan Amerika Serikat tentang pencabutan embargo senjata terhadap Vietnam ini tidak hanya membantu Vietnam menganeka-ragamkan sumber pemasokan senjata dan peralatan militer saja, tapi juga membantu memperkuat kemampuan defensif, satu hak yang layak dari semua negara yang ditentukan secara jelas dalam hukum internasional. Amerika Serikat juga sepakat memperkuat kerjasama di bidang polisi laut, pertolongan dan penyelamatan korban, lebih mengutamakan kerjasama untuk menangani akibat perang, dll.

Kunjungan ini telah mencapai banyak hasil yang menonjol di bidang ekonomi dan pendidikan. Menurut Pernyataan bersama yang dicapai antara Presiden Barack Obama dan Presiden Vietnam, Tran Dai Quang, dua negara akan berfokus melakukan kerjasama lebih banyak lagi di bidang perdagangan, investasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan sumber daya manusia dan penanggulangan perubahan iklim. Haluan ini dibuktikan dengan berbagai permufakatan ekonomi besar dengan nilai mencapai 16,3 miliar dolar Amerika Serikat yang ditanda-tangani pada kunjungan ini. Presiden Barack Obama menegaskan tekad mendorong Kongres Amerika Serikat meratifikasi Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) pada tahun 2016; bersamaan itu berkomitmen memberikan bantuan teknis kepada Vietnam untuk menggelarkan perjanjian ini secara efektif. Sehubungan dengan kunjungan ini, Universitas Fulbright Vietnam resmi mendapat surat ijin dengan target membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas tinggi dan mencapai patokan internasional di Vietnam. Dua pihak juga sepakat memperkuat koordinasi untuk menangani tantangan-tantangan bersama di kawasan dan di dunia. Yang patut diperhatian ialah Presiden Barack Obama menegaskan bahwa dari Partai mana pun yang memimpin pemerintah baru, politik terhadap Vietnam akan berlanjut.


Menuju ke masa depan

Pada waktu kira-kira 20 tahun sejak dua negara menormalisasi hubungan diplomatik, saban tahun hanya ada kira-kira 60.000 warga Amerika Serikat yang berwisata ke Vietnam. Kini, jumlah wisatawan telah mencapai kira-kira setengah juta orang. Pada 20 tahun lalu, nilai perdagangan bilateral Vietnam dan Amerika Serikat di bidang ekspor-impor barang dagangan hanya mencapai 450 juta dolar Amerika Serikat, tapi sekarang angka ini telah naik 100 kali lipat. 20 tahun lalu, hanya ada kira-kira seribu mahasiswa Vietnam yang menempuh kuliah di Amerika Serikat, tapi sekarang ada kira-kira 19.000 mahasiswa Vietnam.

Perkembangan-perkembangan yang positif dalam hubungan Kemitraan komprehensif Vietnam – Amerika Serikat merupakan hasil dari berbagai upaya besar dari kedua pihak dan haluan Vietnam tentang “Mengesampingkan masa lampau, mengatasi perbedaan, mengembangkan kesamaan, menuju ke masa depan” seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV), Nguyen Phu Trong kepada Presiden Barack Obama dalam pembicaran di Gedung Putih pada Juli 2015. Kunjungan Presiden Barack Obama di Vietnam sekali lagi mencatat upaya-upaya dari kedua pihak menurut semangat itu. Kunjungan ini merupakan tonggak baru di atas jalan di mana dua negara melaksanakan Pernyataan tentang Visi bersama pada Juli 2015 dalam kunjungan Sekjen KS PKV Nguyen Phu Trong di Amerika Serikat, memanifestasikan kemajuan yang panjang dalam fikiran para pemimpin Amerika Serikat terhadap Vietnam sejak kunjungan yang dilakukan Presiden George Bush di Vietnam pada 2006, yaitu menghormati institusi politik Vietnam. Citra Presiden Barack Obama sambil meletakkan tangan di atas jantungnya dan mengatakan: “Saya benar-benar terharu. Perasaan rakyat Vietnam telah menyentuh hati saya”, merupakan bukti yang paling jelas bahwa hubungan Vietnam – Amerika Serikat dari bekas musuh menjadi mitra komprehensif. 

Komentar

Yang lain