AS dan Uni Eropa juga mempunyai perbedaan pandangan tentang masalah Iran

(VOVWORLD) - Konferensi internasional tentang Timur Tengah yang berlangsung di Polandia telah selesai tapi tidak bisa mencapai hasil kongkrit manapun. 
AS dan Uni Eropa juga mempunyai perbedaan pandangan tentang masalah Iran - ảnh 1  Menlu AS, Mike Pompeo (Foto: Xinhua/VNA)

Dalam konferensi yang berlangsung dua hari ini, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa telah memanifestasikan perbedaan pandangan dalam masalah Iran. Menurut Kantor Berita Xinhua, pada Kamis (14 Februari), Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo telah melemparkan keselahan pada  pengaruh – pengaruh dari Iran yang menimbulkan situasi ketidakstabilan di kawasan. Dia menegaskan bahwa kalau “tidak menghadapi” Iran maka akan tidak bisa mencapai perdamaian dan kestabilan di Timur Tengah. Dalam pidato penutupan konferensi ini, Menlu Mike Pompeo menekankan perlunya meningkatkan tekanan dan sanksi-sanksi terhadap negara Islam ini. Sementara itu, EU mempunyai perbedaan-perbedaan pandangan tentang masalah Iran. Dalam pidato-nya di depan acara penutupan konferensi tersebut, Menlu Polandia, Jacek Czaputowicz menunjukkan bahwa EU percaya pada usaha memelihara watak damai dari program nuklir Iran, bersamaan itu berseru memelihara permufakatan yang bernama “Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA)” yang ditandatangani oleh Iran dan kelompok P5+1 (yang meliputi 5 anggota harian Perserikatan Bangsa-Bangsa plus Jerman) pada 2015 – permufakatan kerjasama bilateral yang menurut dia akan berperan dalam jangka panjang.

Sebelumnya, pada 5/2018, AS telah menyatakan menarik diri dari JCPOA, bersamaan itu mengenakan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran. Washington juga berupaya keras mengisolasi Teheran, tanpa memperdulikan tentangan dari banyak sekutu Eropa

Konferensi internasional tentang Timur Tengah berlangsung dari 13 – 14 Februari dengan kehadiran lebih dari 60 negara.

Komentar

Yang lain