AS, Perancis, dan Mesir berupaya mengurangi ketegangan di Libia

(VOVWORLD) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Senin (20 Juli), telah mengadakan pembicaraan-pembicaraan telepon dengan timpalannya dari Perancis, Emmanuel Macron dan Presiden Mesir, Abdel-Fattah El-Sisi tentang ketegangan di Libia.

 Dalam pengumuman setelah pembicaraan telepon antara para pemimpin AS-Perancis, Gedung Putih menekankan bentrokan di Libia antara Pemerintah persatuan Nasional Libia (GNA) di Ibukota Tripoli dan pasukan yang berkedudukan di sebelah timur negara ini pimpinan  Jendderal Khalifa Haftar, Kepala Tentara Nasional Libia  (LNA) semakin menjadi lebih serius dengan intervensi pasukan-pasukan dari luar. Dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Mesir, Abdel-Fattah El-Sisi, kedua pemimpin telah berseru  supaya segera mengurangi ketegangan di Libia, melalui gencatan senjata dan pemulihan ekonomi serta perundingan-perundingan politik.

Sebelumnya, pemimpin Jerman, Perancis dan Italia telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengimbau kepada pasukan-pasukan  dari luar supaya menghentikan eskalasi intervensi pada urusan internal di Libia serta menghormati embargo senjata yang dikenakan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap negara Afrika Utara ini.

Komentar

Yang lain