Hamas Tidak Lucuti Senjata Jika Wilayah Palestina Masih Diduduki

(VOVWORLD) - Pemimpin Gerakan Islam Hamas, pada Minggu (8 Februari), menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melucuti atau menyerahkan senjata, sebelum tentara Israel mengakhiri pendudukan wilayah Palestina, termasuk Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya di sebuah konferensi di Doha, Qatar, pejabat senior Hamas, Khaled Mashal, menyatakan bahwa perjuangan melawan pendudukan, termasuk perjuangan bersenjata, merupakan hak yang sah bagi rakyat Palestina. Selama pasukan pendudukan masih berada di wilayah Palestina, Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina tidak akan menyerahkan senjata perjuangan mereka.

Pernyataan pejabat senior Hamas tersebut menunjukkan bahwa kelompok ini tidak akan melucuti senjata di Jalur Gaza sesuai dengan gagasan perdamaian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelum tentara Israel menarik pasukan sepenuhnya dari wilayah ini. Pada awal tahun ini, Amerika Serikat mengumumkan akan memasuki tahap ke-2 dari kesepakatan perdamaian Gaza. Salah satu isu utama di tahap ke-2 adalah pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Jalur Gaza.

Komentar

Yang lain