Inggris ingin meninggalkan Uni Eropa tanpa ada garis perbatasan keras dengan Republik Irlandia

(VOVWORLD) - Pada pembicaraan telepon dengan timpalannya dari Republik Irlandia, Leo Varadkar, Menteri Perdana (PM) Inggris, Boris Johnson, pada Selasa (30 Juli), telah menyatakan bahwa Pemerintah Inggris akan berpartisipasi pada semua perundingan tentang Brexit yang berlangsung dengan semangat bersahabat, berketetapan hati dan aktif.

Dia menginginkan satu Brexit dengan  permufakatan, tapi permufakatan itu harus menghapuskan “ketentuan  rintangan”. PM Inggris, Boris Johnson menjanjikan bahwa Inggris akan tidak pernah membentuk garis perbatasan keras antara Irlandia Utara dan Irlandia. Tapi, menurut Kantor PM Irlandia, kedua pihak sedang berselisih secara mendalam tentang pasal rintangan (backstop). PM Republik Irlandia, Leo Varadkar menegaskan kepada PM Boris Johnson bahwa ketentuan  backstop adalah perlu dan Uni Eropa merupakan satu blok yang bersatu dalam pandangan bahwa tidak bisa mengadakan kembali perundingan-perundingan tentang masalah ini.

 

Komentar

Yang lain