IS Mengakui Tanggung Jawabnya Atas Serangan dengan Pesawat, sehingga Menewaskan 13 Serdadu Perancis di Mali

(VOVWORLD) - Organisasi yang menamakan diri sebagai Negara Islam (IS), pada Kamis (28/11), telah mengakui tanggung jawab telah memberi pengaruh sehingga dua helikopter militer bertabrak di Mali Utara, sehingga menewaskan 13 serdadu Perancis pada Senin malam (25/11), waktu lokal. Ini merupakan kerugian yang paling berat terhadap tentara Perancis dalam waktu sekitar 4 dekade ini.
IS Mengakui Tanggung Jawabnya Atas Serangan dengan Pesawat, sehingga Menewaskan 13 Serdadu Perancis di Mali - ảnh 1 Seorang serdadu Perancis berdiri di depan jasad 13 serdadu Perancis yang tewas dalam kasus pada 25/11/2019 (Foto: Reuters)

Cabang IS di Afrika Barat (ISWAP) memberitahukan bahwa para serdadu kelompok ini telah menyergap iringan mobil yang mengangkut serdadu Perancis dari operasi Barkhane, di dekat Desa Indesonane, kawasan Menaka. Menurut itu, ketika sebuah  helikopter milik pasukan Barkhane siap mendarat, para anasir ISWAP telah menyerang dengan senjata jarak menengah, sehingga membuat pesawat ini tidak bisa mendarat dan menabrak dengan sebuah helikoper yang lain. Kasus ini telah meningkatkan jumlah serdadu Perancis yang tewas di kawasan Sahel menjadi 41 orang, sejak Perancis melakukan intervensi militer untuk membantu Pemerintah Mali menghadapi kelompok-kelompok mujahidin di bagian Utara pada tahun 2013.

Komentar

Yang lain