Italia dan Libia mencapai kesepakatan tentang pencegahan arus migran

(VOVworld) – Perdana Menteri (PM) Italia, Paolo Gentiloni dan PM Pemerintah Persatuan Libia, Fayez Al-Serraj, Kamis (2/2), telah menandatangani naskah MoU kerjasama untuk mencegah arus migran ilegal, menanggulangi perdagangan manusia serta memperkuat kontrol di garis perbatasan antara dua negara. Setelah acara penandatanganan di Roma, Italia, PM Gentiloni menekankan bahwa kesepakatan ini merupakan bukti dari kerjasama antara dua negara selama berbulan-bulan ini. Akan tetapi, kesepakatan ini “hanya merupakan bagian kecil” dalam satu rencana besar yang akan dibahas pada Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa yang diadakan di Valletta, Ibukota Malta, Jumat (3/2), bersamaan itu menuntut adanya komitmen-komitmen tentang ekonomi dari semua negara anggota Uni Eropa. Pada fihaknya, PM Libia, Al-Serraj memberitahukan bahwa kesepakatan tersebut berseru untuk mendapat lebih banyak dukungan bagi pasukan penjaga pantai Libia untuk bisa melakukan patroli-patroli di wilayah-wilayah laut di lepas pantai di bagian Utara dari negara ini serta melakukan pemulangan kemanusiaan para migran.

Italia dan Libia mencapai kesepakatan tentang pencegahan arus migran - ảnh 1
PM Italia, Paolo Gentiloni (kanan) dan PM Pemerintah Persatuan Libia,
 Fayez Al-Serraj (kiri), 2 Februari, telah menandatangani naskah
 MoU kerjasama untuk mencegah arus migran ilegal
(Foto: Vietnam+)


Dalam satu perkembangan yang lain, pasukan penjaga pantai Italia, Kamis (2/2), memberitahukan bahwa lebih dari 1.400 migran telah diselamatkan di Laut Tengah dalam waktu hanya 24 jam. Pada hari yang sama, Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk berkomitmen akan menutup jalan migran di Luat Tengah, yang menyambungkan Libia dan Italia guna mencegah arus migran ilegal ke Eropa.

Pada tahun 2016, sebagian besar di antara 180.000 orang migran dan pengungsi telah menggunakan Libia sebagai tempat berangkat untuk datang ke Eropa. Organisasi Imigrasi Internasional (IOM) memberitahukan bahwa jalan laut di Laut Tengah merupakan jalan yang paling berbahaya bagi kaum migran pada tahun 2016 dengan lebih dari 4500 orang yang telah tewas. 

Komentar

Yang lain