Jumlah orang Inggeris yang ingin meninggalkan dan yang tetap tinggal di Uni Eropa sama
(VOVworld) - Menjelang kunjungan Perdana Menteri Inggeris, David Cameron di Brussels (Belgia), Senin (14/12), untuk mengadakan perundingan dengan kalangan pejabat Uni Eropa tentang kemungkinan mempertahankan Inggeris tetap tinggal di blok ini, Perusahaan Referendum ICM telah mengumumkan hasil yang menunjukkan: 50 persen jumlah pemilih Inggeris menginginkan agar negara ini meninggalkan Uni Eropa.
Rakyat ingin meinggalkan Uni Eropa setelah kasus serangan teror di Perancis (Ilustrasi)
(Foto: vietbao.vn)
Sementara itu, hasil referendum yang dilakukan oleh perusahaan OTB Intertional, 24/11 menunjukkan: ada 52 persen jumlah orang Inggeris yang ingin meninggalkan Uni Eropa. Perdana Menteri Inggeris, David Cameron berencana akan datang ke Brussels, Kamis (17/12) untuk melanjutkan perundingan tentang rekomendasi London. Pemimpin Inggeris ini menegaskan: Kalau semua perundingan dengan Uni Eropa tidak mencapai hasil, maka mungkin Inggeris akan meninggalkan blok ini. Namun, menurut dia, justru rakyat Inggeris yang akan memutuskan nasib Inggeris martabat keanggotaan Uni Eropa pada referendum yang direncanakan akan berlangsung pada akhir tahun 2017.