Ketua MN Vietnam, Vuong Dinh Hue: Membawa Hubungan Kemitraan Strategis Vietnam-Jepang ke Level Baru

(VOVWORLD) -
Pada Selasa (5 September), di Kota Hanoi, Ketua Majelis Nasional (MN) Vietnam, Vuong Dinh Hue memimpin acara penyambutan resmi Ketua Majelis Tinggi Jepang, Otsuji Hidehisa sehubungan dengan kunjungan resminya di Vietnam.

Pada pembicaraan setelah acara penyambutan, Ketua Majelis Tinggi Jepang menegaskan bahwa pada waktu mendatang akan terus berupaya sekuat tenaga untuk mengaitkan dan memperkuat hubungan kerja sama dengan Vietnam di semua bidang. Ketua MN Vuong Dinh Hue meminta kedua pihak supaya terus memperkuat koordinasi, mendukung pendirian satu sama lain di forum-forum multilateral penting di mana Vietnam dan Jepang menjadi anggotanya.

Ketua MN Vietnam, Vuong Dinh Hue: Membawa Hubungan Kemitraan Strategis Vietnam-Jepang ke Level Baru - ảnh 1Ketua MN Vuong Dinh Hue (kanan) menerima Ketua Majelis Tinggi Jepang, Otsuji Hidehisa (Foto: quochoi.vn)

Mengenai ekonomi, perdagangan dan investasi, Ketua MN Vuong Dinh Hue meminta kedua pihak supaya memperkuat konektivitas strategis antara dua perekonomian; memperkuat kerja sama antar-daerah kedua negara; mendorong badan usaha Jepang melakukan investasi, transfer teknologi dan teknik mutakhir mengenai pengembangan infrastruktur, industri manufaktur, pertanian berkualitas tinggi dan tanggapan dengan perubahan iklim.

Ketua MN Vuong Dinh Hue dan Ketua Majelis Tinggi Jepang, Otsuji Hidehisa menyepakati banyak isi untuk memperdalam lebih lanjut hubungan Vietnam-Jepang; mendorong hubungan kemitraan strategis Vietnam-Jepang yang intensif dan ekstensif demi perdamain dan kemakmuran di Asia ke level baru. 

Kedua pihak juga menyepakati langkah-langkah memperkuat kerja sama parlemen, mempertahankan pertukaran delegasi tingkat tinggi dan komisi-komisi spesialis Parlemen, Kelompok legislator persahabatan kedua negara, dan sebagainya. Kedua pihak memiliki pandangan sama terkait masalah Laut Timur dalam mempertahankan perdamaian, stabilitas, keamanan maritim dan penerbangan di Laut Timur; menangani secara damai semua sengketa, sesuai dengan hukum internasional, Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982.

Komentar

Yang lain