Konferensi Keamanan Pelayaran Internasional di Bahrain

(VOVWORLD) - Konferensi Keamanan Pelayaran Teluk telah diadakan pada Senin (21 Oktober), di Bahrain dengan dihadiri wakil asal 60 negara lebih anggota Kelompok Pekerjaan Keamanan Penerbangan dan Pelayaran.

Konferensi ini diadakan setelah serentetan serangan terhadap kapal tanker di Teluk dan kilang minyak Arab Saudi. Ketika berbicara di depan konferensi ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Bahrain, Khaled bin Ahmed Al-Khalifa berseru kepada semua negara peserta konferensi ini supaya bersama-sama memanifestasikan pandangan bersama dalam menggelarkan langkah-langkah yang perlu guna membela Tanah Air. Dia menekankan: Konferensi tersebut merupakan peluang bagi semua negara untuk melakukan pertukaran pandangan tentang cara memecahkan semua ancaman yang potensial  dan membela kebebasan pelayaran.

Sementara itu, dalam surat-nya kepada konferensi ini,  Menlu Amerika Serikat, Mike Pompeo menekankan bahwa saat berlangsungnya event ini punya makna kunci dalam sejarah. Surat tersebut menunjukkan bahwa muncul-nya senjata  pemusnah massal sedang menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan dan perdamaian internasional. Dia berseru kepada semua negara supaya melakukan  tindakan kuat dan perlu guna  mencegah penyebaran  senjata pemusnah massal.

Komentar

Yang lain