Konflik Hamas-Israel: Peringatan Akan Risiko Situasi Timur Tengah yang Tidak Terkendali

(VOVWORLD) - Pemerintah Palestina dan banyak negara, pada Sabtu (9 Desember) menyatakan kecemasan bahwa situasi konflik antara Gerakan Hamas dan Israel akan terus memburuk, setelah Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mengimbau supaya melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza. 
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas memprotes keputusan AS dan khawatir bahwa jumlah kematian anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia Palestina terus meningkat di Jalur Gaza. Sementara itu, Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh juga memberikan reaksi serupa dan mengimbau negara-negara anggota DK PBB supaya terus mencegah terjadinya lagi konflik di Jalur Gaza, mengusahakan cara untuk mengangkut barang bantuan dan memulihkan kehidupan di wilayah ini.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian memperingatkan bahwa situasi di Timur Tengah akan berisiko “meledak tak terkendali” menyusul tindakan AS. Menteri Luar Negeri Abdollahian juga mengimbau supaya segera membuka koridor perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir guna membolehkan pengangkutan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang sedang diblokade tersebut.

Komentar

Yang lain