Masalah Brexit: PM Inggris menyerukan kompromi agar supaya permufakatan Brexit untuk diesahkan

(VOVWORLD) - Perdana Menteri (PM) Inggris yang akan segera mengakhiri masa baktinya, Theresa May, pada Rabu (17/7), menyatakan bahwa semua pengarahan yang dipilih Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (atau Brexit), juga harus menjamin kesinambungan jangka panjang, bersamaan itu menyerukan satu kompromi pada latar belakang perpecahan di galanggang politik Inggris sedang semakin mendalam.

Masalah Brexit: PM Inggris menyerukan kompromi agar supaya permufakatan Brexit untuk diesahkan  - ảnh 1PM Inggris, Theresa May  (Foto: VNA) 

Dalam pidato terakhir sebelum meninggalkan jabatan sebagai PM pada pekan depan, PM Theresa May menyatakan kecemasan terhadap perpecahan politik sekarang. Dia menegaskan: “Semua pengarahan yang kita pilih perlu berkesinambungan secara jangka panjang agar pelaksanaan Brexit bisa menyatukan kembali negeri kita. Hal itu memerlukan satu kompromi”.

Komentar

Yang lain