Masalah Laut Timur menyerap perhatian di AMM-52

(VOVWORLD) - Demikianlah ditegaskan Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Nguyen Quoc Dung, Kepala SOM ASEAN Vietnam kepada kalangan pers sehubungan dengan akhirnya Konferensi ke-52 Menlu ASEAN (AMM-52) dan beberapa konferensi yang bersangkutan di Bangkok, Ibukota Thailand, dari 29/7 sampai 3/8 ini.
Masalah Laut Timur menyerap perhatian di AMM-52 - ảnh 1 Deputi Menlu, Kepala SOM ASEAN Vietnam, Nguyen Quoc Dung (Foto: baochinhphu.vn)

Menurut Deputi Menlu Nguyen Quoc Dung, ada cukup banyak masalah mendesak yang mendapat perhatian dari para Menlu peserta konferensi seperti masalah-masalah yang bersangkutan sengketa dagang AS-Tiongkok, usaha mempertahankan sistem perdagangan multilateral, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional dan sebagainya. Tentang keamanan, pada konferensi ini, kasus kapal survei Hai Yang 8 Tiongkok beserta kapal-kapal pengawal yang beraktivitas di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam, melanggar kedaulatan dan hak kedaulatan Vietnam, telah menyerap perhatian dari negara-negara peserta. Banyak Menlu menyatakan kecemasan yang mendalam atas semua perkembangan batu-baru ini di Laut Timur. Semua negara peserta konferensi menekankan peranan penting dari usaha mempertahankan perdamaian, kestabilan, keamanan, keselamatan, kebebasan pelayaran dan penerbangan di Laut Timur, menuntut supaya menaati hukum internasional. Pidato yang disampaikan Deputi Perdana Menteri, Menlu Vietnam, Pham Binh Minh di konferensi tersebut tentang masalah ini sangat terus-terang dan tulus, di atas dasar semangat konstruktif dan bersahabat. Oleh karena itu, sudah menerima keberbagian dan dukungan dari banyak negara.

Deputi Menlu Nguyen Quoc Dung menilai bahwa pada pokoknya, konferensi kali ini mencapai banyak hasil yang baik. Kedua, hubungan antara ASEAN dan para mitra diperhebat ketika negara-negara mitra menunjukkan perhatian dan keinginan untuk memperkuat lebih lanjut lagi hubungan dengan ASEAN, mengeluarkan banyak gagasan dan rekomendasi kerjasama baru.

Berita Terkait

Komentar

Yang lain