Mesir Desak untuk Segera Kerahkan Pasukan Pengawas Gencatan Senjata di Jalur Gaza

(VOVWORLD) - Pada 6 Desember, Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty mendesak semua pihak untuk segera mengerahkan pasukan pengawas gencatan senjata internasional di Jalur Gaza untuk tahap ke-2 kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Gerakan Islam Hamas.
Mesir Desak untuk Segera Kerahkan Pasukan Pengawas Gencatan Senjata di Jalur Gaza - ảnh 1Pemandangan kehancuran akibat konflik di Kota Gaza, 19 November 2025. Foto: REUTERS/Dawoud Abu Alkas

Dalam pernyataan terkait situasi di Jalur Gaza, Perdana Menteri Qatar, Mohammed Abdulrahman Al Thani mengatakan bahwa Doha tidak menganggap situasi saat ini di wilayah tersebut sebagai gencatan senjata. Menurutnya, Gaza hanya dapat dianggap telah mencapai gencatan senjata jika Israel menarik semua pasukan dari wilayah Palestina ini. 

Setelah gencatan senjata di Gaza berlaku sejak 10 Oktober, Israel telah menarik pasukannya ke "Garis Kuning" yang baru ditetapkan, membagi Jalur Gaza menjadi dua bagian yakni Timur dan Barat. Menurut rencana, Israel harus membuka kembali koridor perbatasan Rafah, tetapi negara ini telah menundanya selama lebih dari sebulan dengan alasan bahwa Hamas belum mengembalikan jenazah sandera yang tersisa. Pada awal pekan ini, Israel menyatakan akan mengizinkan pembukaan kembali satu arah koridor perbatasan Rafah agar warga Palestina dapat meninggalkan Gaza. Namun, Mesir menganggap bahwa warga Palestina juga harus diizinkan kembali ke Jalur Gaza. 

Saat ini, negara-negara perantara termasuk Qatar, Turki, Mesir, dan Amerika Serikat sedang "berkoordinasi untuk mendorong peta jalan bagi tahap berikutnya" di Gaza.

Komentar

Yang lain