MN Viet Nam membahas banyak isi penting tentang sosial-ekonomi

(VOVWORLD) - Para anggota Majelis Nasional (MN) pada persidangan ke-7 MN Viet Nam angkatan XIV, pada Jumat pagi (31 Mei),  terus membahas  masalah sosial-ekonomi dan  APBN.
MN Viet Nam membahas banyak isi penting tentang  sosial-ekonomi - ảnh 1Panorama persidangan ke-7  MN Viet Nam angkatan XIV . (Foto: vnexpress.net) 

Para anggota MN  menyatakan perhatian terhadap banyak masalah  tentang penggelaran proyek-proyek perhubungan di daerah dataran rendah sungai Mekong, pengelolaan harga,  pencegahan dan penanggulangan wabah penyakit, solusi menjamin pertumbuhan yang berkesinambungan, masalah lingkungan, masalah pertumbuhan ekonomi Viet Nam pada latar belakang sekarang ini.

Pada latar belakang ekonomi dunia sedang mengalami perkembangan yang rumit dan berkecenderungan  merosot, para anggota MN menilai tinggi upaya keras Pemerintah Viet Nam dalam membimbing secara gigih  dan menyelenggarakan secara efektif  target-target perkembangan ekonomi pada waktu lalu. Namun, banyak anggota MN beranggapan bahwa  sekarang, faktor-faktor yang  menjamin agar ekonomi tumbuh tinggi, terus-menerus dan berkesinambungan  tetap menunjukkan keterbatasan, beberapa solusi mengatasinya masih lemah dan kurang sinkron

Ketika mengungkapkan bidang-bidang ekonomi, investasi dan bisnis, Menteri  Perencanaan dan Investasi Viet  Nam, Nguyen Chi Dung  juga mengakui masalah-masalah yang menyisa dan keterbatasan perekonomian sekarang dalam infrastruktur perkembangan ekonomi,  membarui pola pertumbuhan perekonomian, strukur cabang dan bidang .

Juga pada Jumat pagi,  Deputi Perdana Menteri  Vuong Dinh Hue,  Menteri Pertanian dan Pengembangan, Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan dan Pelatihan juga ikut  memaparkan dan memperjelas lagi masalah-masalah yang diperhatikan oleh para anggota MN.

Pada Jumat  sore hari itu juga,  para anggota MN membahas  Rancangan Undang-Undang amandemen atas beberapa pasal dari Undang-Undang mengenai Bisnis Asuransi dan Rancangan Undang-Undang mengenai Kepemilikan Intelektual.

Komentar

Yang lain