Parlemen AS menyerahkan hak perundingan cepat kepada Presiden

(VOVworld) – Upaya Pemerintah Amerika Serikat (AS) pimpinan Presiden Barack Obama dalam mendorong Perjanjian Kemitraan Trans Pasifik (TPP), pada Kamis (18 Juni) telah menerima lagi satu langkah baru ketika Parlemen negara ini memberikan suara untuk mengesahkan secara terpisah Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai Hak mendorong perdagangan (TPA) atau juga disebut sebagai hak perundingan cepat, tapi tidak dilampirkan pada RUU mengenai Pemberian bantuan penyesuaian perdagangan (TAA).

Parlemen AS menyerahkan hak perundingan cepat kepada Presiden - ảnh 1
Presiden AS, Barack Obama 
(Foto: Kantor Berita Vietnam)


RUU mengenai TPA telah diesahkan dengan selisih tipis mencapai 218 suara pro dan 208 suara kontra. Gerak-gerik ini menunjukkan  bahawa upaya-upaya lobi yang dilakukan Pemerintah Barack Obama selama ini telah berhasil karena TPA diesahkan secara independen, tapi tidak dilampirkan pada paket RUU yang meliputi RUU TAA, yang ditolak oleh para legislator Partai Demokrat pada akhir pekan lalu karena menganggap bahwa RUU ini tidak cukup kuat untuk membantu pekerja AS yang kehilangan lapangan kerja akibat TPP. Para pemimpin dua Partai Demokrat dan Partai Republik di Parlemen telah memberikan konsesi ketika menyepakati opsi memisahkan TPA dan TAA menjadi dua RUU tersendiri untuk melakukan pemungutan suara. Dalam pemungutan suara ini, hanya ada 28 legislator Demokrat memberikan suara mendukung pengesahan TPA, sedangkan ada 158 legislator Demokrat dan 50 legislator Repubik memberikan suara kontra.

Para legislator Republik percaya bahwa Parlemen mendorong cepat waktu pemungutan suara tentang TPA sebelum batas waktu pada 30 Juli mendatang menunjukkan bahwa banyak kemungkinan para pendukung RUU akan menggerakkan cukup jumlah suara agar TPA maupun TAA bisa diesahkan./.

Komentar

Yang lain