Parlemen Iran membentuk Komisi untuk mempelajari permufakatan nuklir

(VOVworld) – Pada Selasa (21 Juli), Parlemen Iran membentuk satu Komisi khusus yang meliputi 15 anggota guna mempelajari permufakatan nuklir yang telah dicapai antara negara ini dengan Kelompok P5+1 (yaitu Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok plus Jerman) pada pekan lalu. Menurut Undang-Undang Dasar Iran, Parlemen berhak menolak sebarang permufakatan manapun, bahkan semua permufakatan yang dirundingkan oleh Menteri Luar Negeri.

Parlemen Iran membentuk Komisi untuk mempelajari permufakatan nuklir - ảnh 1
Parlemen Iran
(Foto: Kantor Berita Vietnam)


Menurut permufakatan nuklir bersejarah yang telah dicapai pada 14 Juli lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Barat akan menghapuskan sanksi terhadap program nuklir Iran pada bulan-bulan mendatang. Sebagai imbalannya, Iran akan mengurangi aktivitas-aktivitas yang bersangkutan dengan atom dalam waktu sedikit-dikitnya satu dekade, tapi tetap mengayakan uranium dan boleh mengembangkan serta meneliti lagi teknologi nuklir modern. Selain itu, Iran akan mengizinkan melakukan investigasi terhadap basis-basis nuklir negara ini. Permufakatan antara Iran dan Kelompok P5+1 akan resmi menjadi efektif setelah 90 hari sejak Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi untuk menerima-nya.
Berita Terkait

Komentar

Yang lain