Pasca vonis PCA tentang sengketa di Laut Timur

(VOVworld) – Dialog ASEAN ke-36 dengan tema: “Pasca vonis Mahkamah Arbitase Internasional (PCA) tentang sengketa di Laut Timur” diadakan Selasa (26/7) di Jakarta, ibukota Indonesia. Ini merupakan simposium  pertama antara para serjana, terutama datang dari pusat, institut penelitian besar Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk menetapkan pengaruh dari vonis ini terhadap stabilitas kawasan, menetapkan tantangan dan kesempatan pasca vonis terhadap kesatuan dan peranan sentral ASEAN dalam mempertahankan perdamaian dan stabilitas kawasan, menilai reaksi dan tindakan yang bisa digelarkan oleh Indonesia dan semua fihak yang punya minat bersama untuk memanfaatkan secara maksimal vonis PCA guna mempertahankan perdamaian dan kestabilan di kawasan.


 Pasca vonis PCA tentang sengketa di Laut Timur - ảnh 1
Dialog ASEAN tersebut
(Foto : Kantor berita Vietnam)



 Pada pembicaraan ini, para peserta dialog telah melihat kembali vonis PCA tentang sengketa di Laut Timur. Menurut vonis ini, Tiongkok tidak punya “martabat sejarah” terhadap wilayah laut di Laut Timur dan tidak punya dasar hukum untuk mengajukan pernyataan tentang “hak-hak historis” terhadap sumber daya alam dalam “sembilan garis putus-putus”. Hadir dalam simposium, Duta Besar Vietnam di Indonesia, Hoang Anh Tuan menilai dampak dari masalah yang diajukan adalah sangat besar, karena vonis PCA baru saja dikeluarkan 2 minggu lalu, semua perkembangan masih dalam proses, semua fihak masih menunggu dampak benar dari vonis ini dan dari situ mengajukan reaksi yang sesuai. Pada umumnya, para peserta dialog menilai bahwa Tiongkok, Amerika Serikat dan ASEAN tidak menginginkan situasinya terlalu banyak terjadi gejolak, tidak menginginkan vonis PCA berpengaruh terlalu besar terhadap lingkungan stabil di kawasan. Semua negara di kawasan ingin menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan untuk mengabdi perkembangan ekonomi, mengembangkan pengaruh setiap negara, meskipun taraf kepuasan terhadap vonis dari setiap negara berbeda-beda.

Komentar

Yang lain