Pembicaraan Tingkat Tinggi Vietnam-Kamboja

(VOVWORLD) - Pada Senin pagi (11 Desember), setelah acara penyambutan, Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh, melakukan pembicaraan dengan PM Kamboja, Hun Manet yang sedang melakukan kunjungan resmi ke Vietnam dari 11 hingga 12 Desember atas undangan PM Pham Minh Chinh.
Pembicaraan Tingkat Tinggi Vietnam-Kamboja - ảnh 1PM Pham Minh Chinh dan PM Hun Manet melakukan pembicaraan  (Foto: vov)

Pada pembicaraan ini, kedua PM sepakat memperkuat pertukaran kunjungan-kunjungan dan kontak tingkat tinggi, mengembangkan dengan efektif semua mekanisme kerja sama penting antara Pemerintah dua negara, di antaranya ada mekanisme “Komite Gabungan Vietnam-Kamboja tentang Kerja Sama Ekonomi, Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknik”, dan “Konferensi Kerja Sama dan Pembangunan Provinsi-Provinsi Perbatasan”, memperkuat konektivitas, silaturahmi  antara pemuda dan pemimpin muda dua negara, bersama berkoordinasi untuk menyelenggarakan dengan praktis semua kegiatan untuk memperingati 45 tahun Kemenangan atas Rezim Genosida (7 Januari 1979-7 Januari 2024).

Tentang kerja sama pertahanan dan keamanan, kedua PM sepakat terus mengembangkan dua bidang pilar yang penting ini untuk menjaga lingkungan yang damai dan stabil di masing-masing negara, konsisten dengan prinsip tidak membiarkan kekuatan manapun yang menggunakan wilayah negara ini untuk menentang negara yang lain. Pihak Kamboja menegaskan selalu menghargai dan akan terus berkoordinasi dan membantu pencarian, penggalian dan pemulangan tulang beluang prajurit sukarelawan dan pakar Vietnam yang gugur di Kamboja. Tentang kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi, kedua PM sepakat saling membantu untuk membangun perekonomian yang independen, mandiri, dan berintegrasi secara intensif, ekstensif dan efektif, berupaya mencapai nilai perdagangan bilateral sebesar 20 miliar USD di waktu mendatang.

Tentang masalah-masalah regional dan internasional, kedua pemimpin menekankan pentingnya penjagaan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan, di antaranya mempertahankan solidaritas, pendirian bersama, dan sentralitas ASEAN atas masalah-masalah keamanan dan strategi kawasan, di antaranya ada masalah Laut Timur, menegaskan terus berkoordinasi erat, mendukung pendirian satu sama lain di forum-forum regional dan internasional, terus bersama dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya membangun Komunitas ASEAN, mendorong kerja sama daerah Segitiga Perkembangan Kamboja-Laos-Vietnam dan Subkawasan Sungai Mekong yang diperluas untuk mempersempit kesenjangan perkembangan, bekerja sama mengelola dan menggunakan sumber air Sungai Mekong secara berkelanjutan.

Setelah pembicaraan, kedua PM menyaksikan acara penandatanganan 3 naskah kerja sama, meliputi MoU tentang kerja sama di bidang sains, teknologi, dan inovasi kreatif antara Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam dengan  Kementerian Industri, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi Kreatif  Kamboja, MoU tentang kerja sama antara Liga Dagang dan Industri Vietnam dan Kamar Dagang Kamboja, MoU tentang kerja sama antara Akademi Diplomatik Vietnam dan Institut Diplomatik dan Hubungan Luar Negeri Kamboja.

Komentar

Yang lain