Perkembangan wabah Covid-19 yang rumit di banyak negara

(VOVWORLD) - Wabah Covid-19, pada Jumat (20/3), telah muncul dan menular di 176 negara dan teritori di seluruh dunia, dengan jumlah orang yang terinfeksi mencapai lebih dari 220.839 orang dan jumlah orang yang meninggal mencapai 8.988 orang. 
Perkembangan wabah Covid-19 yang rumit di banyak negara - ảnh 1Ilustrasi (Foto: VNA) 

Di antaranya, Italia menjadi negara yang punya kasus meninggal yang teringgi di Eropa, dengan 2.978 orang dan jumlah orang yang terinfeksi di negara ini telah mencapai 35.713 orang. Spanyol sedang menjadi sarang wabah yang besarnya nomor dua di Eropa, dengan jumlah orang yang meninggal di negara ini mencapai 767 orang.

Perkembangan wabah Covid-19 sedang semakin sulit di Inggris dengan 104 orang yang meninggal dan 2.626 orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2. Perdana Menteri negara ini, Boris Johnson telah menyatakan bahwa semua sekolah di seluruh negeri akan ditutup dari hari Jumat (20/3).

Iran sekarang merupakan negara yang menderita pengaruh yang paling hebat karena wabah Covid-19 di Timur Tengah. Jumlah orang yang meninggal karena terinfeksi virus SARS-CoV-2 di negara Islam ini telah mencapai 1.284 orang, pada saat jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 telah mencapai 18.407 orang.

Indonesia telah mengumumkan bahwa jumlah orang baru yang terinfeksi SARS-CoV-2 pada Kamis (19/3) tertinggi selama ini dengan 85 orang, sehingga meningkatkan jumlah orang yang terinfeksi di negara ini menjadi 309 orang. Kalangan kesehatan negara ini juga mengumumkan lagi 6 orang yang meninggal, meningkatkan jumlah orang yang meninggal karena Covid-19 di negara ini menjadi 25 orang – paling tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Dalam satu perkembangan yang lain, pada Kamis pagi (19/3) (waktu WIB), Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memberitahukan bahwa negara ini akan menghentikan jasa pemberian visa biasa di sebagian besar negara-negara karena wabah Covid-19.

Sementara itu, Komite Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC), pada Jumat pagi (20/3), memberitahukan bahwa Provinsi Hubei, pusat wabah Covid-19 di Tiongkok Tengah tidak mencatat orang baru yang terinfeksi pada Kamis (19/3). Ini merupakan hari kedua terus-menerus di provinsi ini tidak ada kasus baru yang terinfeksi.

Banyak negara di Afrika telah menutup perbatasan pada Kamis (19/3), ketika penularan pandemi Covid-19 telah mengancam akan mengubah benua dengan 1,3 miliar orang ini menjadi satu front baru yang mengkhawatirkan. 

Komentar

Yang lain