Pimpinan Hamas di Jalur Gaza menyatakan tidak melucuti senjata

(VOVWORLD) - Pemimpin Gerakan Islam Hamas yang sedang mengontrol Jalur Gaza, Palestina, Yahya Sinwar, pada Kamis (19 Oktober), telah menyatakan bahwa tidak ada siapa pun yang bisa memaksa gerakan ini melucuti senjata atau mengakui pendudukan Israel. 
 
Pimpinan Hamas di Jalur Gaza menyatakan tidak melucuti senjata - ảnh 1Kelompok Hamas melakukan patroli di Kota Khan Yunis, Jalur Gaza pada tanggal 15/9 (Foto: AFP/VNA) 

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Amerika Serikat (AS) meminta kepada Hamas supaya memenuhi syarat-syarat untuk berpartisipasi pada Pemerintah Persatuan Nasional Palestina. Ketika berbicara di depan satu forum di Jalur Gaza, Yahya Sinwar menekankan: “Tidak ada siapa pun di dunia ini bisa merampas  senjata kita. Sebaliknya, kita akan mempunyai kekuatan untuk membela warga negara kita. Tidak ada siapa pun yang bisa memaksa kita harus mengakui pendudukan Israel”.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Jason Greenblatt, Utusan Khusus Presiden AS, Donald Trump, telah mengajukan serentetan syarat kepada  Hamas ketika mengatakan bahwa Pemerintah Persatuan Palestina perlu mengakui Israel dan melucuti senjata gerakan Hamas. Ini dianggap sebagai reaksi terinci pertama dari Washington atas permufakatan rekonsiliasi yang bersifat titik balik dan ditandatangani antara Hamas dan Gerakan Islam Fattah di PalestiNa pada pekan lalu dengan sponsor Mesir. 

Komentar

Yang lain