PM Inggris Mengakui Masih Ada “Kesenjangan” dengan Uni Eropa

(VOVWORLD) - Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, pada Jumat (18/12), mengatakan bahwa negara ini dan Uni Eropa akan terus merundingkan kesepakatan dagang pasca Brexit. Namun, ia juga mengakui bahwa masih ada “satu kesenjangan yang harus diatasi”.

PM Inggris Mengakui Masih Ada “Kesenjangan” dengan Uni Eropa  - ảnh 1Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen (kanan) dan PM Inggris, Boris Johnson (Foto: Xinhua/VNA)

PM Boris Johnson memberitahukan bahwa pandangan Inggris ialah ingin mempertahankan perundingan kalau ada peluang menuju ke kesepakatan. Akan tetapi, Inggris harus memiliki hak kontrol terhadap undang-undangnya, konkretnya ialah hak kontrol terhadap laut teritorial dan hak penangkapan ikan. Selain itu, pemimpin Inggris juga mengakui bahwa “masih ada kesulitan” dan satu perspektif tanpa tercapai kesepakatan dengan Uni Eropa bisa akan terjadi.

Pernyataan PM Inggris tersebut dikeluarkan pada saat pejabat kedua pihak menyiapkan putaran perundingan terakhir tentang hubungan masa depan.

Komentar

Yang lain