PM Jepang Shinzo Abe menghadapi banyak tantangan ekonomi dan diplomatik

(VOVWORLD) -Menurut Kantor Berita Kyodo, setelah melakukan perombakan kabinet, Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe akan mulai memecahkan serentetan tantangan tentang masalah internal dan eksternal. Jepang akan menghadapi perundingan-perundingan sulit dengan Amerika Serikat  (AS) tentang satu permufakatan perdagangan bilateral setelah PM Shinzo Abe dan Presiden AS, Donald Trump pada pekan lalu sepakat memulai perundingan dagang. PM Abe perlu memecahkan kecemasan di dalam negeri tentang kemungkinan AS meminta kepada Jepang supaya memangkas tarif terhadap daging sapi impor.

Untuk menghadapi “krisis nasional” tentang situasi penuaan penduduk, PM Abe berencana merombak sistim tenaga kerja, menurut itu, orang-orang yang berusia lebih dari 65 tahun bisa terus bekerja setelah pensiun.

Seiring dengan masalah-masalah internal, PM Abe berkomitmen memecahkan tantangan-tantangan diplomatik yang masih ada dengan negara-negara tetangga sejak Perang Dunia II berakhir, di antaranya Republik Demokrasi Rakyat Korea (RDRK) menjadi prioritas primer. Direncanakan, PM Abe akan meminta kepada Presiden AS, Donald Trump untuk mendorong pemecahan masalah penculikan warga Jepang yang dilakukan oleh RDRK ketika pemimpin AS menemui pemimpin RDRK, Kim Jong-un untuk kali kedua. Satu tantangan lain ialah sengketa wilayah antara Jepang dan Rusia. PM Abe mungkin akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin pada tahun ini, pada latar belakang pemimpin Rusia baru saja mengimbau penandatanganan satu perjanjian damai tanpa prasyarat.

Komentar

Yang lain